Orang-orang Mirip Nyoman Anjani Dari Perempuan Sampai Laki-laki

Entah mirip atau tidak, lima orang dibawah ini katanya mirip dengan presiden kabinet mahasiswa ITB, Nyoman Anjani. Konon katanya, Kak Nyoman Anjani ini dinobatkan sebagai Presiden Mahasiswa tercantik se-Indonesia lho.

Dan kata beberapa orang dan kata saya juga sih lima orang di bawah ini mirip. Entah bagaimana pendapat anda? Siapa sajakah mereka? Yuk kita simak.

1. Raihannur Reztaputra (STEI 2013)

20131117-032535 PM.jpg
Foto di atas saya ambil di sekretariat UKMR ITB. Raihannur Reztaputra (STEI 2013) dianggap oleh orang se-sekre mirip dengan Nyoman Anjani. Hmmm…

2. Hayuningtias Rahmani Budiastuti (Mikrobiologi 2011)

20131117-032432 PM.jpg
Dan foto di atas adalah foto Nyoman Anjani dnegan mahasiswa bernama Hayuningtias Rahmani Budiastuti (Mikrobiologi 2011) saat sedang diadakannya kumpul salah satu kemenkoaan di bawah kabinet kak Nyoman di selasar CC Barat ITB. Bagaimana menurut anda? Mirip atau tidak?

3. Mirna Nurfutriani

564292_3524349985347_470808318_n
Nah, ini adalah foto Mirna Nurfutriani, anak ITB 2013 yang kata teman saya juga mirip sama Kak Nyoman Anjani. Nahlo!

4. Kelsi Sawitri (Fisika 2011)

999515_3263569604533_1507942431_n

Yang satu ini juga mirip, namanya Kak Kelsi Sawitri (Fisika 2011). Beliau waktu OSKM sempat jadi pendiklat saya juga sama Kak Udin. Hehehe

5. Aghnia Whibby (Electrical Power Engineering 2012)

1069329_10200454322820761_1281311521_n

Nah, yang ini namanya Aghnia Whibby (Electrical Power Engineering 2012). Nggak kenal sih, Tapi memang mirip.

20131117-033508 PM.jpg
Ini hanya foto saya, kak Nyoman, dan Debby. Tidak ada miripnya dengan Kak Nyoman sih, tapi ada yang bilang bahwa orang yang di sebalah kanan dan sebelah kiri itu katanya mirip. Ah entahlah.

Mungkin tanpa kita sadari sebenaranya ada banyak lagi orang yang mirip dengan kak Nyoman Anjani atau juga malah mirip dengan kita sendiri dari yang agak mirip sampai yang mirip banget. Toh bukankah hanya Tuhan yang maha esa?

Advertisements

Ternyata Mending Ditilang Daripada Harus Bayar Uang Damai

Wah, ternyata pengurusan untuk STNK yang ditilang tidak seburuk apa yang saya bayangkan ya. Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Jumat, 25 Oktober 2013 saya bangun pagi lebih awal dari biasanya. Bukan karena dalam tidur mendapat wahyu dari Tuhan kemudian berubah seketika saat bangun, tapi karena pada hari itu tidak ada kuliah pukul 9 dan seorang teman bernama Dezky mengajak saya bermain futsal pagi sekali. Terpaksalah mata ini bangun lebih awal demi secercah cahaya kesehatan yang dikirim Tuhan bersama sebungkus olahraga bernama futsal.

Seusai futsal, terjadi obrolan anak jantan yang sedikit jantan menjelang pulang. Waktu ngobrol obrolan jantan itu pun terpaksa harus berhenti mengingat waktu sudah menunjukan akan masuk waktu shalat Jumat. Saya dan Dezky bergegas pulang, kebetulan kami satu tempat kosan sehingga pergi dan pulang Dezky bareng (nebeng -red). Entah karena apa atau apa waktu itu saya buru-buru sekali sampai-sampai harus melanggar rambu-rambu lalu lintas di simpang Dago. Saya yang bergerak dari arah utara langsung berputar pada larangan berbalik arah tepat di depan McD Dago menuju ke utara agar dapat segera langsung tiba di kostan saya, Jalan Cisitu Lama.

Dan kemudian, bingo! Seorang polisi berompi hijau yang khas lengkap dengan kaca mata hitam terpasang di atas tulang hidungnya langsung memberhentikan kami tepat beberapa saat setelah kami memutar. Saat itu saya tidak tau harus melakukan apa, apakah harus kabur dan tancap gas di keramaian jalan Dago yang dipenuhi sesaknya kendaraan atau menyerah dan berhenti dan mengaku salah. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti walau sebelumnya Dezky sempat berteriak di belakang saya untuk memerintahkan kabur.

 

damai-itu-20000Saya langsung dikenai pasal berlapis. Saya melakukan beberapa kesalahan sekaligus; melanggar rambu-rambu lalu lintas, menerobos lampu merah, dan tidak memakai helm (kebetulan Dezky saat itu tidak memakai helm). Bahkan yang lebih parahnya lagi, ternyata SIM C saya saat itu sudah habis masa berlakunya sejak agustus lalu. Saya sama sekali tidak menyadari hal itu. Sempat kepikiran oleh saya untuk membayar “uang damai” dengan polisi yang sedang lapar ini tapi saya enggan melakukan itu. Rasa penasaran dengan proses hukum yang saya jalani pun menjadi motivasi saya untuk tidak damai dengan polisi seperti kebanyakan orang lakukan. Ya setidaknya saya bisa sedikit bangga punya integritas dan membuat polisinya kesal karena tidak mendapatkan barang buruannya dari saya.

Dengan pasal berlapis, saya dijadwalkan untuk mengikuti proses persidangan pada hari Jumat, 1 November 2013. Beberapa hari sebelum proses persidangan saya sempat mencari tahu informasi mengenai proses hukum yang akan saya jalani nantinya di Internet. Begitu membaca undang-undangnya dan melihat hukumannya saya pun menjadi was-was karena di salah satu pasal tertulis hukuman yang diterima adalah maksimal kurungan penjara beberapa bulan atau subsider denda maksimal 500 ribu. Saya merasa seperti seorang tersangka yang ada di TV-TV yang akan disidang menggunakan pakaian berwarna biru atau jingga bertuliskan tersangka di punggung. Oh, man!

Hingga 1 november pun tiba. Karena tulisan polisi di surat tilang yang saya terima beda-beda tipis dengan tulisan dokter dan jadwal kuliah saya juga padat pada hari itu saya baru bisa mengunjungi kantor polisi sore hari pukul 4. Begitu saya tiba di kantor polisi Bandung yang di jalan merdeka tepat di depan balai kota saya langsung  mencoba menghampiri beberapa polisi yang berjaga di pos keamanan dan bertanya apa yang harus saya lakukan untuk mengambil STNK saya yang ditilang. Sebelum saya bertanya saya juga sudah menyiapkan beberapa pernyataan counter apabila ada kata-kata polisi yang memancing saya untuk berdebat. Putra orangnya emang sok iye gitu sih. Dan apa yang saya dapatkan? Saya kira bapak-bapak polisi ini akan menjawab saya dengan ketus dan saya menjawab dengan beberapa pertanyaan yang mengritik. Tapi ternyata bapak-bapak polisinya menanggapi saya dengan sangat ramah sekali. Dengan logat sundanya, bapak-bapak disana mengatakan kalau saya seharusnya datang ke pengadilan negeri di jalan Riau dan sekarang sudah tutup. Saya disuruh kembali besok, jika lewak seminggu, maka kasus saya akan dilimpahkan ke kejaksaan. Kemudian saya memutuskan pulang dengan sedikit tenang. Ternyata masih ada polisi yang ramah ya.

Saya baru memenuhi panggilan pengadilan seminggu setelah perkara saya di sidangkan karena padatnya jadwal kuliah dan kesibukan saya yang lain. Saya datang ke pengadilan sekitar pukul 11 siang pada hari Senin, 11 November 2013. Ada yang aneh memang disini, begitu saya memarkinkan kendaraan saya di depan pengadilan negeri bandung yang terletak di jalan Riau 2 orang bapak-bapak langsung menghampiri saya menanyai apakah saya datang untuk memenuhi panggilan sidang. Mereka adalah calo yang biasa mengurusi orang yang tidak ingin repot-repot mengikuti persidangan dan saya lihat ada seorang polisi bersama mereka dan terlihat polisi itu membiarkan aksi mereka seolah sudah bekerjasama. Tapi saya sama sekali tidak menjawab pertanyaan kedua bapak tadi dan langsung masuk ke gedung pengadilan. Di bagian informasi saya dilayani dengan cara yang kurang ramah, jawaban yang seadanya, dan ketus. Mereka mengatakan kasus saya sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan STNK saya dapat diambil di kejaksaan negeri bandung di jalan Jakarta.

gal64232644

Sesampainya di kejaksaan tinggi saya langsung ke bagian tilang. Disana sudah ada petugas yang melayani. Mereaka meminta surat tilang saya dan mempersilakan saya menunggu sejenak. Beberapa saat kemudian saya dipanggil dan disebutkan dikenai denda sebesar 75 ribu rupiah. Saya langsung membayarnya dan STNK saya sudah kembali ke tangan saya. Ternyata prosesnya tidak sesulit yang saya bayangkan. Kemudian saya kembali ke kampus dengan tenang karena harus mengikuti kuliah selanjutnya.

Di jalan saya berpikir untuk 4 pasal yang dikenakan pada saya, saya hanya cukup membayar 75 ribu. Bayangkan jika saya suatu waktu ditilang karena tidak pake helm kemudian saya membayar “uang damai” pada polisi sebesar 100 ribu. Mana yang untung? Saya pun yakin jika

sebenarnya kesalahan saya lebih sedikit dan saya mengikuti kasus persidangan saya hanya membayar beberapa saja. Bahkan saya sempat membaca beberapa tulisan di internet yang hanya dikenai denda sebesar 15 ribu. Lalu kenapa kita masih lebih banyak memilih membayar puluhan ribu pada polisi dibandingkan hanya membayar belasan ribu pada negara?

Tuntutan Upah Buruh Menyamai Gaji Minimal Freshgraduate ITB

Hari ini di mata kuliah Business Ethics and Law ada tugas membahas kasus bisnis yang tengah hangat belakangan ini. Saya mengangkat kasus tuntutan kenaikan upah UMR DKI Jakarta untuk dibahas. Apa itu UMR? UMR adalah upah minimum regional yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar jasa seorang buruh memiliki masa kerja 0 hingga 12 bulan dan belum menikah dan tidak termasuk uang makan, transportasi, dan lembur. Sebelum kita membahas buruh dan tuntutannya lebih lanjut, mari kita definisikan dulu kata buruh yang dimaksud dan dibahas dalam artikel ini. Buruh yang di dalam bahasa inggris disebut labour, mendefinisikan bahwa semua tenaga kerja dalam sebuah perusahaan dapat dikategorikan buruh terkecuali pemegang modal termasuk didalamnya shareholder dan stackholder. Saya kemudian mempersempit menggunakan kata buruh sebagai kata penjelas khusus untuk seorang tenaga kerja terampil dan bukan termasuk didalamnya tenaga kerja terdidik.

Beberapa waktu yang lalu sekelompok buruh melakukan demonstrasi besar-besaran di di depan balai kota DKI Jakarta menuntut kenaikan upah minimum 2014 menjadi sebesar 3.7 Juta rupiah. Saat ini, berdasarkan peraturan pemerintah DKI Jakarta, UMR ditetapkan sebesar 2.2 Juta. Angka ini sebenarnya jika dibandingkan dengan daerah lain memang cukup besar. Kenaikan UMR DKI dalam 4 tahun terakhir adalah yang paling signifikan. Bagaimana tidak semakin banyak pendatang di DKI tiap tahunnya jika buruhnya ditawarkan upah yang menggiurkan.

Salah satu bentuk vandaliseme kaum buruh saat demonstrasi
Salah satu bentuk vandaliseme kaum buruh saat demonstrasi

UMR Beberapa Kota Besar di Indonesia dari tahun ke tahun

Screen Shot 2013-11-06 at 13.48.26Melalui tuntutannya, para buruh menganggap bahwa upah sebesar 2.2 juta adalah angka yang kecil  dan tidak cukup untuk dapat bertahan hidup di Jakarta. Permintaan ini pun menuai banyak tanggapan. Angka 3.7 juta yang menjadi tuntutan kaum buruh untuk seorang yang baru bekerja selama lebih kurang dari 12 bulan dan belum menikah dinilai tidak rasional. Pasalnya untuk hidup di DKI Jakarta pada tahun 2013 saja per bulannya sebenarnya mereka hanya butuh minimal uang lebih kurang 1.8 juta.

Dengan angka 1.8 juta saya mencoba membuat analiss kebutuhan hidup bulanan minimum buruh dengan nilai inflasi rata-rata dari tahun ke tahun di DKI Jakarta sebesar 7% maka didapatlah data sebagai berikut.

Perbandingan Upah dan Kebutuhan Hidup Layak Buruh

Screen Shot 2013-11-06 at 13.49.04

Yang terjadi apabila UMR tetap dinaikkan menjadi 3.7 juta

Grafik di atas sebenarnya menunjukkan bahwa besar UMR yang mereka terima sudah memenuhi kebutuhan buruh sejak tahun 2012. Apabila permohonan mereka atas kenaikan UMR DKI Jakarta pada tahun 2014 dikabulkan, maka kebijakan ini akan berimbas pada penurunan nilai dan minat investasi di DKI Jakarta. Hal ini menurut pandangan saya juga akan berimbas pada meningkatnya jumlah PHK dan meningkatnya jumlah pengangguran di Jakarta karena akan ada banyak perusahaan yang lebih akan memilih menggunakan mesin sebagai solusi yang lebih ekonomis dibandingkan menggunakan tenaga manusia akibat tingginya harga jasa buruh. Apalagi peningkatan UMR yang yang akan terjadi dinilai sangat besar yaitu sebesar 67% dari sebelumnya 2.2 juta menjadi 3.7 juta per bulan.

2.2 juta per bulan sudah sangat jauh dari kata layak

Lalu apakah yang terjadi apabila tuntutan buruh tidak dikabulkan? Saya yakin para buruh akan kembali melakukan ritual tahunannya yaitu minta tuntutan kenaikan upah dan melakukan aksi besar besaran di jalanan Jakarta. Akibatnya jalanan menjadi macet dan aktifitas ekonomi dan pemerintahan terhambat. Belum lagi kerugian yang dialami perusahaan akibat kekosongan aktifitas di pabrik karena buruh mereka mengikiuti demonstrasi dan melakukan aksi mogok kerja. Ditambah lagi kerugian akibat vandalisme yang dilakukan sekelompok buruh. Hal ini saya yakini dapat berefek juga pada penurunan minat investasi di Jakarta. Toh apabila UMR dinaikkan menjadi 3.7 juta pun saya yakin buruh akan tetap melakukan tuntutan kenaikan upah dengan dalil biaya hidup di Jakarta semakin lama semakin tinggi. Artinya, dinaikkan atau tidak, buruh pasti akan melakukan demonstrasi terkait tuntutan atas kenaikan upah minimum regional.

Alasan Buruh Tuntut Kenaikan UMP 2014: Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Pekerja Lajang di DKI Jakarta

Berikut adalah kalkulasi kebutuhan buruh yang saya kutip dari situs http://nasionalis.me

  1. Perumahan Rp 1.250.000 dengan rincian: 
    • Sewa rumah (3 petak)/cicilan rumah tipe 36 Rp 750 ribu.
    • Perumahan 30 item (kasur, tempat tidur, sprei, meja, lemari, dispenser, mesin cuci, kipas angin, perlengkapan makan) Rp 300 ribu.
    • Listrik 900 watt Rp 100 ribu.
d. Air PAM Rp 100 ribu.
  2. Transportasi Rp 570 ribu dengan rincian:
    • 2x Naik angkot pulang pergi Rp 12 ribu dikali 30 hari= Rp 360 ribu
    • Bus Transjakarta Rp 7 ribu dikali 30 hari= Rp 210 ribu
  3. Makan dan minum Rp 1.060.000 dengan rincian: 
    • Makanan
    • Makan pagi (nasi uduk telor ) 5 ribux30= Rp 150 ribu
    • Makan siang (nasi soto) 9 ribux30= Rp 270 ribu
    • Makan malam (nasi goreng) 8 ribux30= Rp 240 ribu
    • Buah-buahan per bulan Rp 100 ribu
    • Minuman
    • Teh 2 ribux30= Rp 60 ribu
    • Kopi 2.500×30= Rp 75 ribu
    • Air mineral 3 ribux30= Rp 90 ribu
    • d. Susu 2.500×30= Rp 75 ribu
  4. Sandang (pakaian, celana, kaos, sepatu, dll) Rp 300 ribu
  5. Pendidikan (langganan koran) Rp 15 ribu
  6. Kesehatan (sabun, odol, bedak, dll) Rp 150 ribu
  7. Rekreasi dan tabungan (3 persen dari total) Rp 100 ribu

Total Rp3,445,000.00

 Audit Ulang Argumen Kalkulasi Alasan Buruh Tuntut Kenaikan UMP 2014

Kebutuhan yang buruh tuntut memang suatu angka yang bisa diperdebatkan. Di satu sisi angka tersebut kelihatan ideal untuk mencapai tangga kesejahteraan, di sisi yang lain angka-angka di atas terkesan “manja”. Poin-poin angka di atas cuma melihat apa yang buruh inginkan ideal dalam tiap poinnya, tapi tidak mengacuhkan konteks persaingan kerja dan bisnis yang ada sekarang.

Buruh sama sekali tidak paham atau tidak mau paham bahwa keterpenuhan seluruh kebutuhan hidup bukanlah tanggung jawab perusahaan. Itu adalah pilihan. Kalau memang merasa tidak terpenuhi, silakan pindah ke perusahaan lain, atau buka perusahaan sendiri.

Kalau mau rasional, hitung-hitungan buruh harus dipreteli. Mari simak hitungan alasan buruh tuntut kenaikan UMP 2014. Biar belajar supaya tidak egois dan bermental buruk.

  1. Perumahan Rp 1.250.000 Rp. 450.000 dengan rincian: 
    • Buruh muda dan lajang belum punya tanggungan, wajar untuk bertempat tinggal di kostan lebih dahulu. Para lulusan S1 bahkan S2 yang baru bekerja pun banyak yang masih kost. Rp 750 ribu Rp 300.000
    • Buruh muda langsung perlu mesin cuci? dispenser? Konyol. Kalaupun mau haruskah dipikirkan oleh perusahaan? Rp 300 ribu.
    • Listrik 900 watt Rp 100 ribu.
    • Air PAM Rp 100 ribu Rp 50 ribu.
  2. Transportasi Rp 338 ribu dengan rincian:
    • 2x Naik angkot pulang pergi Rp 12 ribu Rp 6000 dikali 30 26 hari= Rp 156 ribu
    • Bus Transjakarta Rp 7 ribu dikali 30 26 hari= Rp 210 ribu Rp 182 ribu
  3. Tidak masuk akal buruh dapat 300 ribu untuk pakaian / sepatu sebulannya. Pekerja sektor lain pun tidak membeli sesering itu. Rp 300 ribu Rp 100.000
  4. Makan dan minum Rp 1.060.000 Rp 900.000 dengan rincian:
  • Makanan
  • Makan pagi (nasi uduk telor ) 5 ribux30= Rp 150 ribu
  • Makan siang (nasi soto) 9 ribux30= Rp 270 ribu
  • Makan malam (nasi goreng) 8 ribux30= Rp 240 ribu
  • Buah-buahan per bulan Rp 100 ribu Lebay
  • Minuman
  • Teh 2 ribux30= Rp 60 ribu
  • Kopi 2.500×30= Rp 75 ribu Pilih salah satu kopi atau teh
  • Air mineral 3 ribux30= Rp 90 ribu Belajar bawa sendiri
  • Susu 2.500×30= Rp 75 ribu Ini akan menjadi rokok
  • Pendidikan (langganan koran) Rp 15 ribu Tidak perlu.
  • Kesehatan (sabun, odol, bedak, dll) Rp 150 ribu Rp 30 ribu Jangan pakai merek L’oreal makanya. Pakai yang hemat saja.
  • Rekreasi dan tabungan (3 persen dari total) = Rp 55 ribu

Total untuk: Rp 1.872.540

Mental buruh buruk

Dalam kebanyakn tuntutan buruh saya menarik garis kesimpulan mereka menuntut kenaikan upah memanfaatkan belas kasihan atas tidak sanggupnya mereka bersaing dalam kehidupan. Dengan begini, saya berpandangan bahwa mental buruhlah sebenarnya yang menjadi masalah dalam setiap penaikan upah minimum. Mental miskin yang manja terus melatar belakangi mereka dalam meraih puncak tertinggi kebutuhannya berdasarkan piramida marslow. Dalam beberapa berita online ada yang memberitakan bahwa beberapa buruh ada yang melakukan aksi menggunakan motor mewah. Selanjutnya silakan kita pikirkan sendiri.

Motor mewah pada saat aksi demo buruhUMR hanyalah upah minimum untuk buruh yang memiliki masa kerja dari 0-12 bulan dan belum memiliki tanggungan. Ini yang menjadi masalah atas kesalahpahaman selama ini. Buruh yang ikut dalam demonstrasi menuntut kenaikan upah minimum regional beberapa waktu lalu beberapa ada yang memiliki jabatan sebagai manajer di sebuah perusahaan swasta. Menuntut kenaikan UMR menjadi 3.7 juta adalah tuntutan yang salah menurut saya sebenarnya. Yang mereka butuhkan sebenarnya adalah kenaikan gaji dan bukan UMR yang selayaknya dialamatkan ke perusahaan tempat mereka bekerja dan bukan ke pemerintah. Menyama-ratakan upah minimum untuk “freshgraduate”-nya buruh menjadi 3.7 juta adalah hal konyol. Bahkan untuk UMR 2.2 juta yang diberikan saat ini menurut saya masih merupakan keputusan yang salah dari peemerintah. Atau apakah tuntutan 3.7 juta untuk UMR dipicu oleh keinginan buruh untuk kredit mobil murah yang sedang digadang-gadangkan pemerintah?

Belum lagi masalah ketidak adilan yang muncul apabila UMR jadi dinaikkan. Apabila seorang tamat SMA atau SMK atau bahkan berlatar pendidikan lebih rendah mendaftar menjadi pekerja di sebuah perusahaan manufaktur yang notabene hanya mengandalkan keterampilan dan tenaga langsung mendapatkan upah di bulan pertamanya sebesar 3.7 juta, lalu apabedanya dengan seorang intelektual yang merupakan freshgraduate lulusan ITB yang bekerja dengan kemampuan yang tidak dimiliki oleh buruh kemudian bekerja pada sebuah perusahaan dan mendapatkan gaji 3.5 juta di bulan pertamanya? Sepertinya akan lebih sejahtera untuk tidak melaksanakan pendidikan tinggi.

Untuk para buruh diluar sana, saya hanya ingin menghimbau untuk sedikit membuka mata agar tidak egois dan tidak manja menghadapi kehidupan. Buang jauh-jauh mental miskin yang selalu berharap segala hal datang tanpa perjuangan. Jika seorang buruh disukai perusahaan maka perusahaan pasti akan membayar buruh tersebut dengan harga tinggi karena khawatir buruh tersebut pindah ke perusahaan lain yang menawarkan upah yang lebih tinggi. Solusi terbaik menurut saya sebenarnya adalah pemerintah menetapkan UMR dengan kenaikan upah berdasarkan nilai inflasi. Bahkan 2.2 juta sudah terlalu banyak.

Lalu ketika buruh hanya bisa mogok kerja layaknya anak kecil yang merengek saat tidak diberikan permen oleh ayahnya, apa bedanya buruh dengan anak kecil? Akhirnya pun muncul argumen, “pantas jadi buruh, kalau berpikir rasional saja belum bisa”.

 

Tulisan ini diambil dari berbagai macam sumber.
Bagi yang ingin membantu menyertakan sumber silakan.

Blackberry akan Dibeli Orang Indonesia?

UTS untuk mata kuliah Decision Making baru saja berakhir pada pukul 10.00. Peserta ujian seisi auditorium saat itu satu per satu mengumpulkan lembar jawabannya masing-masing. Saya keluar dari ruang ujian dengan wajah stress kemudian duduk di perpustakaan untuk menunggu ujian selanjutnya, Logic & Critical Thinking pada pukul 10.30. Sepanjang ujian berlangsung handphone saya berdering lebih banyak dari biasanya. Ahmad, adalah salah satu dari teman saya yang mengirim pesan agar saya meng-invite-nya ke kontak BBM saya melalui WhatsApp. Benar, Blackberry baru saja meluncurkan kembali BBM untuk platform iOS dan Android hari ini setelah sebulan yang lalu Blackberry menariknya dari Google Playstore dan Appstore akibat banyak beredarnya aplikasi BBM palsu dan ketidak-siapan sistem.

Saya sendiri termasuk salah satu yang beruntung telah menggunakan Blackberry Messenger di perangkat iOS saya sejak sebulan yang lalu. Pasalnya setelah saya mendownload BBM pada iPhone saya pada dini hari, paginya Blackberry menarik kembali aplikasinya dari Google Playstore dan Appstore. Walau telah ditarik, BBM yang sudah diunduh masih dapat digunakan di perangkat saya.

Hari ini pengguna BBM akan banyak diunduh oleh pengguna iOS dan Android. Terlihat dari laman AppStore bahwa Blackberry hingga saat ini menduduki peringkat teratasi sebagai top free application. Blackberry melalui media menyatakan diri bahwa mereka percaya bisa menghancurkan kekuatan WhatsApp di pasar pesan cepat dan membuat pengguna smartphone beralih menggunakan BBM sebagai aplikasi pesan cepat utama mereka. Namun apakah peralihan ini nantinya menjamin suksesnya BBM dan bahkan membuat Blackberry berjaya? Belum tentu.

Sejauh ini pengamatan saya saat menggunakan BBM di iPhone saya, saya menilai BBM tidak lebih baik dibandingkan WhatsApp. Kerap kali BBM memiliki masalah-masalah mendasar seperti pesan yang pending atau bahkan tidak dapat terkirim sama sekali. Sebulan yang lalu saya sempat merasakan euphoria bangga menggunakan BBM di ponsel saya namun euphoria ini mulai hilang setelah saya sadar BBM mulai “Bertingkah”. Pada awal saya mengunduh BBM di iPhone saya, saya sempat menghapus WhatsApp dengan harapan saya akan lebih mudah menghemat baterai dengan hanya menggunakan satu layanan pesan singkat saja. Ternyata ekspektasi saya terlalu besar pada BBM. Seminggu setelah saya menghapus Whatsapp saya mengunduhnya kembali.

BBM di perangkat saya
BBM di perangkat saya

Pengalaman saya yang sebelumnya terbiasa menggunakan WhatsApp membuat saya berpikir BBM masih tidak lebih baik dibandingkan WhatsApp. Pending disana-sini dan aplikasi yang sering sekali muncul bug membuat saya terpaksa memperkecil harapan saya pada BBM. Awalnya saya hanya berpikir mungkin ini terjadi hanya karena aplikasi ini belum siap dan berharap perbaikan terjadi pada update selanjutnya. Hari ini kemudian saya mengg-update BBM ke versi terbaru namun yang terjadi sama saja. Masih banyak pending dan bugs dimana-mana seperti biasa. Bedanya hanya tampilan BBM yang terbaru kali ini memiliki kompatibelitas dengan iOS 7, terlihat dari tampilan keyboardnya yang baru. Hal ini harusnya membuat Blackberry berpikir bahwa posisi mereka tidak aman sekarang.

Boleh saja saya skeptis terhadap performa BBM di iOS dan Android yang buruk dan beranggapan bahwa Blackberry sedang tidak aman. lalu jika BBM tidak akan terlalu baik bekerja di iOS dan Android, apakah BBM berjaya di kandangnya sendiri, Blackberry? Ternyata juga belum tentu. Saya juga melihat akhir-akhir ini beberapa dari teman saya yang menggunakan Blackberry lebih senang menggunakan WhatsApp dan Line untuk pesan cepat dibandingkan BBM. Selain karena pengguna Blackberry sudah berkurang dan kemudian lebih banyak yang beralih menggunakan iPhone atau Perangkat android untuk pilihan smartphone mereka, ternyata pengguna Blackberry sendiri juga merasakan hal yang sama. Mereka juga mengakui bahwa BBM sering bermasalah di Blackberry, berbeda jika mereka menggunakan WhatsApp atau Line. Mungkin hanya beberapa dari pengguna Blackberry yang menggunakan Line. Pasalnya Line kerap sekali dianggap “berat” untuk dijalankan di Blackberry. Pada akhirnya, tinggallah mereka yang hanya berlangganan paket “gaul” atau paket yang layanan internetnya tidak bisa dipakai untuk menggunakan WhatsApp, Line, atau semacamnya saja yang tetap loyal bersama BBM di Blackberry. Atau bahkan ada kemungkinan bahwa mereka juga nantinya akan berlaih? Siapa tahu.

Prediksi saya, jika BBM tetap tidak bisa memberikan layanan pesan cepat atau justru memberikan layanan pesan lambat pada penggunanya maka saya khawatir akan ada banyak pengguna BBM yang satu per satu setelah 1 atau 2 minggu menggunakan BBM di iOS atau Android mereka malah menghapus aplikasi ini dari perangkat mereka masing-masing. Hal ini bukan tidak mungkin, hal ini dikarenakan orang-orang tentu cenderung akan memilih layanan yang akan memberikan mereka kemudahan; bukan kesulitan.

Bagaimana nasib Blackberry kemudian? Jika ini terus berlanjut, maka Blackberry tentunya harus sudah siap memasuki persaingan terbuka dengan kompetitornya, Apple dan Android. Jika dulunya Blackberry masih dengan santai bisa membangga-banggakan layanan pesan cepatnya sebagai nilai tambah perangkat mereka maka kini mereka harus sudah siap dengan perang inovasi atau jika tidak maka Blackberry akan bernasib sama dengan mantan raksasa ponsel asal Finlandia, Nokia. Pilihan akhirnya bisa jadi Blackberry bangkrut atau dibeli oleh perusahaan lain akibat Blunder BBM sakit yang ditawarkannya. Atau juga bisa jadi Blackberry akan dibeli oleh orang Indonesia. Bisa jadi. Siapa yang tahu? hahaha

Stratifikasi Sosial dalam Hubungan Percintaan

ImageHalo! Saya sedang galau dan sedang mencoba sesuatu yang namanya galau produktif. Galau produktif adalah istilah yang terdiri dari dua kata, yaitu galau dan produktif. Galau adalah suatu istilah yang dikenal masyarakat remaja Indonesia sebagai suatu kata yang mendefinisikan kondisi dimana manusia mengalami fase tunasemangat dalam hidupnya dan produktif adalah suatu kata sifat yang memiliki definisi pelengkap sebagai kondisi dimana seseorang mampu menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai.

Itu tadi definisi dari saya yang sok tahu ini. Intinya mah galau ya galau, produktifnya hanyalah kondisi ketika kamu sedang galau dan implikasi dari galau tersebut kamu menjadi melakukan sesuatu yang memiliki hasil. Tapi terserah lah ya mending nulis di twitter, blog, ataupun facebook tentang apa yang dialami tersebut daripada harus tiba-tiba memilki sifat vandalisme dan emosi muak yang datang sporadis.

Adalah suatu yang normal sebenarnya ketika kamu sedang mengalami hal yang disebut kekesalan. Kekesalan datang  tanpa permisi dan pergi tanpa menutup pintu. Inilah yang menyebabkan kekesalan sering timbul tanpa prediksi dan sering tiba-tiba datang kembali.

Tidak ada tips khusus atau teori apapun dari saya ketika mengalami kekesalan. Yang jelas saya sedang mengalami itu sekarang. Seseorang telah membuat saya kesal sekesal-kesalnya malam ini. Maksud saya pagi ini. Adalah lumrah biasanya orang-orang menganggap pukul 1 atau 2 pagi adalah malam. Ini karena diluar masih terlihat gelap. Secara de facto, saya baru mengindikasikan perubahan hari ketika saya telah melalui sebuah tidur malam.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca sebuah twit seseorang yang saya lupa siapa. Beliau mengatakan, jika seseorang rela meminggirkan kendaraannya hanya untuk mengangkat telepon atau sekedar membalas pesan singkat dari orang yang dicintainya maka sesungguhnya dia benar-benar mencintai orang tersebut. Yah, artiin sendir saja ya. Simpel saja sih, intinya orang yang benar-benar mencintai akan melakukan apa saja demi orang yang dicintainya agar tidak menuggu, agar tidak kesulitan, agar tidak kesepian (mungkin). Kalo enggak ya berarti pernyataan cintanya hanya sebatas teori atau hipotesis doang dan tidak terbukti dalam praktikum dan tidak sah menjadi hukum. Kalo sudah begini hati-hati yang namanya sistem stratifikasi sosial. Di dalam sebuah pasangan yang salam mencintai ada junga yang namanya kasta, ia menentukan status sosial seseorang dalam sebuah sistem yang disebut dengan hubungan. Idealnya kedua belah pihak berada dalam tingkat yang sejajar agar tidak ada penyimpangan akibat adanya kasta tadi. Penyimpangan tadi berupa diferensiasi status dalam sebuah percintaan. Hal ini yang sering menjadi penyebab adanya suatu hal yang menindas dan ditindas.

Saya bukan sedang curhat atas apa yang pasangan saya lakukan kepada saya kok. Pasangan saya adalah sosok yang sempurna dan kami saling mencintai layaknya sekuel-sekuel dalam FTV-FTV yang romatisnya mantap banget. Ini hanya tentang kalian yang punya pasangan. Jangan sampai ada straatifikasi sosial yang tidak sehat seperti tadi ya. Cintailah orang yang kalian cintai sekarang seperti pertama kali kalian mencintainya. Pasti akan lebih indah kan?

Pengujian Keberadaan Tuhan

Apakah anda adalah salah satu orang yang masih belum percaya akan Tuhan dan anda pernah berdoa atau berharap Tuhan memunculkan mukijazat atau keajaiban dahulu agar anda mempercayaiNya? Jika begitu simaklah terjemahan ayat ini:

“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, “Mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah, ” Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman” (QS Al-Anam: 109)

Dari situ sebenarnya saya seperti ditegur dengan keras. Dahulu sekali saya pernah mempertanyakan dan menantang Tuhan untuk menunjukkan kehabatannya dalam bentuk keajaiban agar muncul di dalam kehidupan saya jika benar Tuhan itu ada. Namun tahukah kalian apa yang terjadi? Tuhan tak pernah menunjukkan mukjizatnya.

Setelah saya melihat ayat ini saya seperti ditegur atas apa yang dulu pernah saya perbuat. Seolah Tuhan menjawab pertanyaan dan tantangan saya 1 tahun setelah saya menantang-Nya. Walaupun sebenarnya Tuhan tidak pernah menjawab tantangan saya saat itu, yaitu disaat saya butuh pembuktian kehebatan Tuhan baru saya akan percaya, tap ternyata Tuhan punya cara yang lebih Indah. Suatu saat disaat saya merasa saya berada sangat dekat dengan sang pencipta saya, saya memohon sebuah permintaan. Disaat saya memohon permitaan itu kepada Tuhan, saya menyelipkan kata-kata berikut kepada-Nya melalui doa: “Ya Tuhan, jika kau benar-benar memiliki kekuatan dan maha pengasih lagi maha penyayang maka tunjukkanlah, jika tidak maka tunjukkan jugalah.” Saat itu saya berdoa sambil menangis. Dan apa yang terjadi, doa itu ternyata dikabulkan oleh-Nya. Di saat saya membaca ayat tadilah saya menjadi ingat dengan apa yang dulu pernah saya alami ini.

Tahukah anda kenapa Tuhan tak menunjukkan keajaiban dan mukjizatnya disaat kita sedang tidak dekat dengan-Nya. Yaitu karena Ia adalah penciptamu, Ia tahu apa yang akan anda lakukan setelah Ia menunjukkannya. Ia juga tahu bahwa setelah dia menunjukkan itu semua, maka kita – manusia – akan dengan sombongnya mengandalkan rasionalitas berfikir untuk menjelaskan yang bathin dan bahkan mungkin juga mencari alasan yang bisa kita terima saat itu. Yang kembali lagi jika saat itu adalah saat ketika kita tidak dekat dengan Tuhan kita, maka Tuhan tidak akan masuk ke dalam unsur penjelas yang kita peroleh dari proses berfikir sederhana itu. Bukan saya bermaksud menyalahkan rasionalitas berfikir, tapi ini adalah masalah Tuhan. Untuk mendapatkan ide tentang Tuhan itu sendiri kita harus menggunakan 2 elemen pembentuk tindakan yang ada pada diri kita yaitu fikiran dan perasaan. Jika anda masih belum paham dengan fungsi rasionalitas dalam pendekatan manusia menuju Tuhan maka menurut saya mungkin fillm “Life of Pi” akan membantu anda menemukan jawabannya.

Jadi, apakah anda butuh mukjzat dan pertolongan dari-Nya? Dekatilah Ia maka Ia memberikannya sebagaimana ketika kita mendekati seseorang ketika kita butuh. Jika mungkin seseorang itu akan kecewa jika ia didekati hanya disaat ia benar-benar dibutuhkan, tapi Tuhan tidak melakukan hal yang sama. Tuhan tidak pernah kecewa pada makhluknya, ia maha penyayang dan selalu akan ada untuk setiap orang yang telah tersesat dan berusaha kembali ke jalan-Nya. Tuhan itu maha mengerti.

 

Islam Dibilang Teroris, Salah Siapa?

Dan suatu saat ketka saya sedang membaca Al-Quran dengan random di Jum’at malam di akhir hujan yang dingin, saya menemukan penggalan ayat yang berbunyi seperti ini:

“Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan.” (QS Al-Anam: 108)

Lalu sejenak saya ingat sesuatu yang berhubungan dengan ayat ini, yaitu citra Islam sekarang di mata Dunia. Tidakkah kita melihat apa yang menjadikan umat islam di mata dunia identik dengan teroris itu adalah salah kita? Menurut saya dan ayat ini sepertinya begitu. Kitalah yang sebenarnya menciptakan identitas itu sendiri melalui sikap kita yang terkadang tanpa kita sadari intoleran terhadap kelompok lain. Bukankah Tuhan kita sendiri telah berpesan untuk tidak seperti itu? Namun kita abai. Lalu sekarang masih mencoba untuk menyerang lagi? Walaupun ilmu agama saya sangat terbatas, tapi saya tahu bahhwa Islam tak pernah mengajarkan kekerasan. Demikian agar kita merenung.