Viewiyoza: Resume Film Apollo 13

Apollo 13 (1995)Well, kali ini gue akan berbagi cerita sedikit, ini bukan tentang fiksi lagi ataupun tentang argumen gue terhadap sebuah masalah lagi, ini tentang cerita gue yang baru saja nonton film Apollo 13 dan tiba-tiba bikin resume sesat tentang film ini.  Jujur aja, gue baru bisa nonton film ini hari ini setelah gue beli DVD-nya beberapa bulan lalu. Film ini sendiri menurut dosen SAS gue saat itu – entah siapa nama beliau, tapi yang gue ingat beliau adalah salah satu dosen terbaik astronomi Indonesia – mengatakan bahwa film fiksi yang paling scientific itu adalah film Apollo 13. Semenjaak saat itu gue memasukkan Apollo 13 dalam daftar film yang akan gue tonton nantinya. Dan akhirnya setelah berbulan-bulan menunggu sampai juga hajat untuk menonton film ini. Yah, walaupun saat itu gue nontonnya tanpa subtitle. Mengingat kemampuan berbahasa Inggris gue masih cupu, jadilah gue semakin banyak mendapatkan hal-hal yang berguna setelah menonton film ini. Salah satu dianta hal tersebut adalah gue jadi melatih intuisi dan kepekaan lainnya untuk mengerti film ini secara non-verbal.

Film Apollo 13 sendiri disturadari oleh Ron Howard dan rilis pada tahun 1995.  Film ini dibintangi oleh beberapa orang – ya iyalah – yang kalau kalian mau tau penjelasan yang kayak di IMDB gitu bisa cari informasinya di wikipedia. Cover dari film ini wrnanya item trus ada gambar bulannya gitu. Harganya 5000 rupiah saja, gue belinya di depan McD Dago, di tempat mang-mang yang sudah terkenal itu. Kalo kalian mau nyari, lokasinya tuh tepat dibawah lorong masuk ke pasar dago simpang. Tapi sekarang entah kenapa gue nggak tau juga mungkin karena negara api telah menyerang atau gimana mang-mang penjual DVD disana menghilang. Beberapa hari yang lalu gue ke sana, mereka sudah nggak ada. Wah sedihnya gue dan beberapa orang yang mencarinya seperti guelah saat itu. Padah mang-mang disana baik-baik semua. Mereka suka ngasih saran bagusnya nonton film apa gitu dan bahkan  ngasih rating juga. Pokoknya mang-mang disana udah kayak pemerhati film bangetlah.. kalo ada kuis yang pertanyaannya tentang film semua, gue yakin mereka bisa jawab.

Oke, let kita balik lagi ke cerita gue tentang film Apollo 13. Katanya orang-orang sih yang gue baca di blog sebelah ada yang bilang kalo peluncuran Apollo 13 itu sebenarnya nggak terlalu dipeduliin dan nggak menarik banyak perhatian masyarakat bumi. Karena mereka memiliki misi yang hampir sama dengan misi Apollo 11 yang di eksekusi oleh pria terkenal si Neil Amstrong itu.

Bukan film namanya kalo nggak ada konfliknya, konflik baru muncul setelah adanya kerusakan beberapa saat saat spaceship yang dinaiki 3 astronot ini memiliki maslah pada energi dan udara gitu. Gue nggak terlalu cerita detil sih cuma ngerti permaslahannya. Masalah ini menyebabkan kegagalan dalam misi membawa 3 astronot ini untuk mendarat di bulan.

Misi pun harus segera diubah, ada seorang bapak-bapak gitu yang gue juga gatau namanya siapa – dia adalah kepala mission control Apollo 13 – mengubah misi menjadi penyelamatan dan bagaimana membawa ketiga astronot pulang ke bumi dengan kondisi dan keterbatasan yang telah terjadi akibat masalah yang ada.

Masyaraka dunia dan termasuk keluarga astronot-astronot ini sendiri sudah sangat khawatir tentang bagaimana nasib suami-suami mereka nantinya. Para expert menganalisa bahwa dengan energi dan oksigen yang tersisa di spaceship yang ada sekarang sangat mustahil mereka akan selamat dan bisa sampai ke bumi. Hingga akhirnya ada sesorang ahli elektronika spaceship gitu menemukan cara agar mereka bisa menggunakan spaceship itu agar work as properly lagi. Ase-fase ini diisi dengan adegan yang sangat dramatis dan menegangkan.

Akhirnya pun dengan bantuan dari orang tadi spaceship itu menyala kembali dan kabin yang telah dipenuhi dengan CO2 bisa dinormalisasi. Beberapa saat kemudian mereka mendarat di lautan pasifik selatan dan langsung diselamatkan oleh Tim SAR-nya Amerika gitu. Dan fase ini juga diisi dengan adegan-adegan yang sangat super-duper-really-amazing dramatis. Gue sampai nangis terharu gitu. Rasanya gue ikutan bahagia dan lepas gitu dari kekhawatiran yang membelenggu diri gue. Rasanya tu mirip kayak first flight gue waktu itu. Iya, waktu first flight – waktu itu naik lion air – gue sampai nangis terharu juga saat mendarat. Ah, gue norak.

Ada beberapa hal yang menarik yang ingin gue ambil dan tanam dalam dalam di fikiran dam hati gue. Gue disini melihat betapa setianya seorang istri dan khawatirnya mereka akan ancaman yang terjadi pada suami mereka dalam misi luar angkasa. Disana gue melihat cinta yang benar-benar tanpa batas. Tidak hanya itu, di akhir film, pemeran utamanya sekaligus narator di film itu ngeluarin kata-akata bijak gitu. Dari backsound yang diputer pas naratornya nyebutin tentang quote itu aja udah ketahuan kalau quotenya bagus banget walaupun ya gue nggak tau artinya.

Advertisements