5 Tips Ampuh Aktif Menulis Bagi Pemula

1. Menulis jurnal harian

Udah lama rasanya nggak nulis di blog. Biasanya nulis keseharian cuma di DayOne, sebuah aplikasi iOS yang berfungsi sebagai pencatat jurnal harian. Biasanya saya curhat di DayOne, nulis status yang malu kalau ditulis di media sosial di DayOne, nulis kalau lagi kesal di DayOne, semuanya di DayOne. Biasanya saya pasang reminder 2 kali sehari, siang dan malam buat nulis apa yang sudah saya lakukan dalam beberapa waktu. Ini cukup sukses membuat saya terbiasa menulis. Tulisan yang tercipta nggak panjang-panjang. Biasanya saya hanya menulis beberapa paragraf dilengkapi dengan sebuah foto. Kadang merasa kurang nyaman kalau menulis di layar smartphone, saya instal DayOne juga di komputer saya yang tersinkronisasi dengan DayOne mobile. Jadi kalau saya sedang berada di hadapan komputer saya bisa tetap menulis dengan lancar. Buat teman-teman yang mau mencoba bisa didownload di AppStore. Aplikasi ini bermanfaat untuk meningkatkan kebiasaan menulis teman-teman.

2. Tingkatkan kecepatan mengetik

Bicara menulis ada baiknya juga saya bicara tentang http://typingweb.com. Dulu saya berpikir bahwa mengetik sepuluh jari tidak terlalu penting pada saat menulis di komputer. Hal itu membuat saya terbiasa mengetik dengan 11 jari selama lebih dari 12 tahun. 11 jari adalah metode mengetik yang terkenal di kalangan pemula komputer seperti saya pada saat itu dengan menggunakan kedua telunjuk. Saya belajar mengetik pertama kali pada saat saya masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar. Pada saat itu ayah saya baru saja membeli sebuah PC bepentium 3 dengan operating system Windows 98. Pada saat itu internet masih belum sebooming sekarang, orang-orang di lingkungan saya waktu itu masih mengenal komputer sebagai perangkat offline yang dapat menggantikan fungsi mesin tik sebagai media penulisan dokumen cetak. Namun kurang lengkap rasanya jika komputer tidak ada permainannya. Di dalam komputer itu juga terdapat permainan seperti Fifa 98, Tarzan, dan Roadrash. Dengan tujuan bermain game saya pun mulai mengenal keyboard.

Semakin tahun teknologi semakin berkembang dengan pesat. SD saya saat itu pun akhirnya menyediakan lab komputer. Biasanya hal yang menyenangkan saat saya masih sekolah di sekolah dasar ada 3; yaitu pada saat pelajaran olahraga, pelajaran komputer, dan pada saat jam istirahat. Saya cukup senang pada saat itu dengan pelajaran komputer terutama dengan saat-saat sudah menyelesaikan modul. Kami dibebaskan menggunakan komputer untuk bermain game asalkan modul hari itu telah dikerjakan. Saya biasanya termasuk orang yang lambat menyelesaikan modul. Maklum, biasanya pada saat tugas mengetik saya lebih fokus pada formatting dan desain daripada menyelesaikan ketikan terlebih dahulu. Untuk memilih jenis font ataupun warna saja saya bisa habisakan beberapa waktu yang cukup lama. Ditambah lagi dengan kecepatan mengetik saya yang lambat. Maklum saya hanya gunakan dua telunjuk sedangkan teman saya sudah lebih canggih ada yang 4 jari sampai lebih.

Kebiasaan mengetik dengan jari telunjuk bertahan hingga saya kuliah pada saat semester 1. Sampai akhirnya saya sadar ketika melihat orang-orang disekeliling saya sudah mulai mengetik dengan menggunakan 10 jari. Hingga akhirnya di malam yang dingin dan gabut saya iseng mencari aplikasi typing tutor hingga akhirnya saya menemukan TypingWeb. TypingWeb menjadi pilihan saya karena selain gratis juga layanan ini menyediakan statistik perkembangan kita. Selama tidak sampai 4 hari saya belajar menggunakan 10 jari secara aktif ketika mengetik dan saya mengalami kemajuan yang sangat pesat. 1 minggu setelah saya mengikuti program yang disediakan oleh TypingWeb saya sudah lancar mengetik aktif menggunakan 10 jari saya. Mengetik 10 jari ini sangat membantu saya dalam mengetik. Membiasakan mengetik dengan melihat monitor juga membantu saya untuk mengetik dengan lebih cepat. Mengetik cepat juga akan berdampak pada keluwesan saya dalam menuangkan isi fikiran dalam bentuk kalimat.

3. Membaca

Ini adalah salah satu kunci dalam menulis. Erat kaitannya dan tidak bisa dipisahkan. Saya merasakan bahwa dengan membaca alam bawah sadar kita akan dengan mudah mengubah fikiran kedalam kalimat pada saat menulis. Membaca membantu kita memperluas wawasan dan mengatur alur berpikir serta membantu menyusun pola kalimat. Konstruk kalimat yang kita tulis bahkan sering kali dipengaruhi dengan gaya bacaan kita. Kita bisa perhatikan bagaimana seorang yang rajin baca berita online menyusun kalimat, bagaimana seorang yang rajin baca novel menyusun kalimat, dan bagaimana seorang yang rajin baca journal dalam bahasa inggris menyusun sebuah kalimat. Selain itu membaca juga dapat membantu kita memiliki banyak kosa kata yang nantinya dapat digunakan pada saat kita menulis. Hal ini penting agar tulisan kita tidak monoton dengan gaya bahasa dan kosakata yang itu-itu saja. Kebiasaan membaca bisa diawali dengan sering membaca berita online atau bila perlu belilah koran karena biasanya koran memiliki jangkauan kosakata yang lebih luas daripada berita online terutama pada kolom-kolom opini.

Sedikit selingan beberapa waktu yang lalu teman saya sempat ada yang bertanya kepada saya kenapa saya masih membeli koran dibanding memilih membaca berita online gratis di internet. Menarik untuk dijawab. Saya baru memiliki kebiasaan membaca koran atau sekedar melihat-lihat gambar-gambar di koran semenjak kuliah. Saya sering beli koran Kompas di Tokema, sebuah toko mahasiswa di lingkungan kampus. Pasalnya koran Kompas di sana dijual dengan harga mahasiswa yaitu 2000 rupiah. Ini membuat saya setiap hari membeli koran Kompas pada saat waktu istirahat makan siang tiba. Perlu saya sampaikan bahwa dengan membeli sebuah koran saya secara psikologis akan merasa rugi apabila tidak membaca koran yang saya beli. Sehingga saya menjadi terpaksa membaca halaman per halaman. Favorit saya adalah kolom opini, karena biasanya bahasa dan alur berfikirnya menarik. Berbeda dengan media online. Biasanya berita media online hanya saya skimming atau sekedar baca headline. Untuk media online saya paling senang baca Kompasiana.Ā 

4. Beropini

Beropini adalah salah satu cara yang saya percaya cukup ampuh untuk menumbuhkan semangat menulis. Beropini secara tertulis dapat dilakukan dimana saja. Yang paling sederhana adalah di media sosial seperti twitter, facebook, ataupun path yang sedang booming. Namun ada yang perlu diperhatikan pada saat beropini di media sosial. Media sosial seperti twitter memiliki batasan karakter yang terpaksa harus dipatuhi. Terbiasa menulis dalam 140 karakter kadang dapat membuat kemampuan kita menysun paragraf menjadi sedikit berkurang. Pasalnya walaupun ringkas, 140 karakter biasanya hanya cukup untuk diisi dnegan 1 atau 2 kalimat saja. Sehingga jika ada waktu menulis di blog atau di media yang tidak memiliki batasan karakter perlu dicoba sesekali.

5. Jangan takut untuk memulai

Mulailah dengan hal yang sederhana seperti yang saya sudah sampaikan di atas. Menulis jurnal harian atau ngtweet juga bisa dijadikan awal menuju tulisan yang lebih besar. Saya rasa blog telah menyediakan fasilitas itu. Dimana kita bisa berpendapat tanpa batasan karakter sedikitpun. Untuk saat ini saya telah memulai itu dan telah cukup merasakan manfaatnya walaupun belum seberapa dibandingkan dengan penulis-penulis ternama. Lumayan kan kalau udah terbiasa menulis kalau ada tugas ataupun skripsi jadi sedikit terbantu. Apapun medianya baik itu di media elektronik ataupun menulis analog dengan kertas adalah dua hal yang sama pentingnya.

Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Nantikan saja tulisan saya selanjutnya.

Ā 

Advertisements

7 thoughts on “5 Tips Ampuh Aktif Menulis Bagi Pemula

  1. Tips yang sederhana, mudah tetapi sulit… butuh kemauan yang besar untuk memulainya. Terimakasih sudah membuat artikel ini. Salam dari Parungkusa. šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s