Tuntutan Upah Buruh Menyamai Gaji Minimal Freshgraduate ITB

Hari ini di mata kuliah Business Ethics and Law ada tugas membahas kasus bisnis yang tengah hangat belakangan ini. Saya mengangkat kasus tuntutan kenaikan upah UMR DKI Jakarta untuk dibahas. Apa itu UMR? UMR adalah upah minimum regional yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar jasa seorang buruh memiliki masa kerja 0 hingga 12 bulan dan belum menikah dan tidak termasuk uang makan, transportasi, dan lembur. Sebelum kita membahas buruh dan tuntutannya lebih lanjut, mari kita definisikan dulu kata buruh yang dimaksud dan dibahas dalam artikel ini. Buruh yang di dalam bahasa inggris disebut labour, mendefinisikan bahwa semua tenaga kerja dalam sebuah perusahaan dapat dikategorikan buruh terkecuali pemegang modal termasuk didalamnya shareholder dan stackholder. Saya kemudian mempersempit menggunakan kata buruh sebagai kata penjelas khusus untuk seorang tenaga kerja terampil dan bukan termasuk didalamnya tenaga kerja terdidik.

Beberapa waktu yang lalu sekelompok buruh melakukan demonstrasi besar-besaran di di depan balai kota DKI Jakarta menuntut kenaikan upah minimum 2014 menjadi sebesar 3.7 Juta rupiah. Saat ini, berdasarkan peraturan pemerintah DKI Jakarta, UMR ditetapkan sebesar 2.2 Juta. Angka ini sebenarnya jika dibandingkan dengan daerah lain memang cukup besar. Kenaikan UMR DKI dalam 4 tahun terakhir adalah yang paling signifikan. Bagaimana tidak semakin banyak pendatang di DKI tiap tahunnya jika buruhnya ditawarkan upah yang menggiurkan.

Salah satu bentuk vandaliseme kaum buruh saat demonstrasi
Salah satu bentuk vandaliseme kaum buruh saat demonstrasi

UMR Beberapa Kota Besar di Indonesia dari tahun ke tahun

Screen Shot 2013-11-06 at 13.48.26Melalui tuntutannya, para buruh menganggap bahwa upah sebesar 2.2 juta adalah angka yang kecil  dan tidak cukup untuk dapat bertahan hidup di Jakarta. Permintaan ini pun menuai banyak tanggapan. Angka 3.7 juta yang menjadi tuntutan kaum buruh untuk seorang yang baru bekerja selama lebih kurang dari 12 bulan dan belum menikah dinilai tidak rasional. Pasalnya untuk hidup di DKI Jakarta pada tahun 2013 saja per bulannya sebenarnya mereka hanya butuh minimal uang lebih kurang 1.8 juta.

Dengan angka 1.8 juta saya mencoba membuat analiss kebutuhan hidup bulanan minimum buruh dengan nilai inflasi rata-rata dari tahun ke tahun di DKI Jakarta sebesar 7% maka didapatlah data sebagai berikut.

Perbandingan Upah dan Kebutuhan Hidup Layak Buruh

Screen Shot 2013-11-06 at 13.49.04

Yang terjadi apabila UMR tetap dinaikkan menjadi 3.7 juta

Grafik di atas sebenarnya menunjukkan bahwa besar UMR yang mereka terima sudah memenuhi kebutuhan buruh sejak tahun 2012. Apabila permohonan mereka atas kenaikan UMR DKI Jakarta pada tahun 2014 dikabulkan, maka kebijakan ini akan berimbas pada penurunan nilai dan minat investasi di DKI Jakarta. Hal ini menurut pandangan saya juga akan berimbas pada meningkatnya jumlah PHK dan meningkatnya jumlah pengangguran di Jakarta karena akan ada banyak perusahaan yang lebih akan memilih menggunakan mesin sebagai solusi yang lebih ekonomis dibandingkan menggunakan tenaga manusia akibat tingginya harga jasa buruh. Apalagi peningkatan UMR yang yang akan terjadi dinilai sangat besar yaitu sebesar 67% dari sebelumnya 2.2 juta menjadi 3.7 juta per bulan.

2.2 juta per bulan sudah sangat jauh dari kata layak

Lalu apakah yang terjadi apabila tuntutan buruh tidak dikabulkan? Saya yakin para buruh akan kembali melakukan ritual tahunannya yaitu minta tuntutan kenaikan upah dan melakukan aksi besar besaran di jalanan Jakarta. Akibatnya jalanan menjadi macet dan aktifitas ekonomi dan pemerintahan terhambat. Belum lagi kerugian yang dialami perusahaan akibat kekosongan aktifitas di pabrik karena buruh mereka mengikiuti demonstrasi dan melakukan aksi mogok kerja. Ditambah lagi kerugian akibat vandalisme yang dilakukan sekelompok buruh. Hal ini saya yakini dapat berefek juga pada penurunan minat investasi di Jakarta. Toh apabila UMR dinaikkan menjadi 3.7 juta pun saya yakin buruh akan tetap melakukan tuntutan kenaikan upah dengan dalil biaya hidup di Jakarta semakin lama semakin tinggi. Artinya, dinaikkan atau tidak, buruh pasti akan melakukan demonstrasi terkait tuntutan atas kenaikan upah minimum regional.

Alasan Buruh Tuntut Kenaikan UMP 2014: Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Pekerja Lajang di DKI Jakarta

Berikut adalah kalkulasi kebutuhan buruh yang saya kutip dari situs http://nasionalis.me

  1. Perumahan Rp 1.250.000 dengan rincian: 
    • Sewa rumah (3 petak)/cicilan rumah tipe 36 Rp 750 ribu.
    • Perumahan 30 item (kasur, tempat tidur, sprei, meja, lemari, dispenser, mesin cuci, kipas angin, perlengkapan makan) Rp 300 ribu.
    • Listrik 900 watt Rp 100 ribu.
d. Air PAM Rp 100 ribu.
  2. Transportasi Rp 570 ribu dengan rincian:
    • 2x Naik angkot pulang pergi Rp 12 ribu dikali 30 hari= Rp 360 ribu
    • Bus Transjakarta Rp 7 ribu dikali 30 hari= Rp 210 ribu
  3. Makan dan minum Rp 1.060.000 dengan rincian: 
    • Makanan
    • Makan pagi (nasi uduk telor ) 5 ribux30= Rp 150 ribu
    • Makan siang (nasi soto) 9 ribux30= Rp 270 ribu
    • Makan malam (nasi goreng) 8 ribux30= Rp 240 ribu
    • Buah-buahan per bulan Rp 100 ribu
    • Minuman
    • Teh 2 ribux30= Rp 60 ribu
    • Kopi 2.500×30= Rp 75 ribu
    • Air mineral 3 ribux30= Rp 90 ribu
    • d. Susu 2.500×30= Rp 75 ribu
  4. Sandang (pakaian, celana, kaos, sepatu, dll) Rp 300 ribu
  5. Pendidikan (langganan koran) Rp 15 ribu
  6. Kesehatan (sabun, odol, bedak, dll) Rp 150 ribu
  7. Rekreasi dan tabungan (3 persen dari total) Rp 100 ribu

Total Rp3,445,000.00

 Audit Ulang Argumen Kalkulasi Alasan Buruh Tuntut Kenaikan UMP 2014

Kebutuhan yang buruh tuntut memang suatu angka yang bisa diperdebatkan. Di satu sisi angka tersebut kelihatan ideal untuk mencapai tangga kesejahteraan, di sisi yang lain angka-angka di atas terkesan “manja”. Poin-poin angka di atas cuma melihat apa yang buruh inginkan ideal dalam tiap poinnya, tapi tidak mengacuhkan konteks persaingan kerja dan bisnis yang ada sekarang.

Buruh sama sekali tidak paham atau tidak mau paham bahwa keterpenuhan seluruh kebutuhan hidup bukanlah tanggung jawab perusahaan. Itu adalah pilihan. Kalau memang merasa tidak terpenuhi, silakan pindah ke perusahaan lain, atau buka perusahaan sendiri.

Kalau mau rasional, hitung-hitungan buruh harus dipreteli. Mari simak hitungan alasan buruh tuntut kenaikan UMP 2014. Biar belajar supaya tidak egois dan bermental buruk.

  1. Perumahan Rp 1.250.000 Rp. 450.000 dengan rincian: 
    • Buruh muda dan lajang belum punya tanggungan, wajar untuk bertempat tinggal di kostan lebih dahulu. Para lulusan S1 bahkan S2 yang baru bekerja pun banyak yang masih kost. Rp 750 ribu Rp 300.000
    • Buruh muda langsung perlu mesin cuci? dispenser? Konyol. Kalaupun mau haruskah dipikirkan oleh perusahaan? Rp 300 ribu.
    • Listrik 900 watt Rp 100 ribu.
    • Air PAM Rp 100 ribu Rp 50 ribu.
  2. Transportasi Rp 338 ribu dengan rincian:
    • 2x Naik angkot pulang pergi Rp 12 ribu Rp 6000 dikali 30 26 hari= Rp 156 ribu
    • Bus Transjakarta Rp 7 ribu dikali 30 26 hari= Rp 210 ribu Rp 182 ribu
  3. Tidak masuk akal buruh dapat 300 ribu untuk pakaian / sepatu sebulannya. Pekerja sektor lain pun tidak membeli sesering itu. Rp 300 ribu Rp 100.000
  4. Makan dan minum Rp 1.060.000 Rp 900.000 dengan rincian:
  • Makanan
  • Makan pagi (nasi uduk telor ) 5 ribux30= Rp 150 ribu
  • Makan siang (nasi soto) 9 ribux30= Rp 270 ribu
  • Makan malam (nasi goreng) 8 ribux30= Rp 240 ribu
  • Buah-buahan per bulan Rp 100 ribu Lebay
  • Minuman
  • Teh 2 ribux30= Rp 60 ribu
  • Kopi 2.500×30= Rp 75 ribu Pilih salah satu kopi atau teh
  • Air mineral 3 ribux30= Rp 90 ribu Belajar bawa sendiri
  • Susu 2.500×30= Rp 75 ribu Ini akan menjadi rokok
  • Pendidikan (langganan koran) Rp 15 ribu Tidak perlu.
  • Kesehatan (sabun, odol, bedak, dll) Rp 150 ribu Rp 30 ribu Jangan pakai merek L’oreal makanya. Pakai yang hemat saja.
  • Rekreasi dan tabungan (3 persen dari total) = Rp 55 ribu

Total untuk: Rp 1.872.540

Mental buruh buruk

Dalam kebanyakn tuntutan buruh saya menarik garis kesimpulan mereka menuntut kenaikan upah memanfaatkan belas kasihan atas tidak sanggupnya mereka bersaing dalam kehidupan. Dengan begini, saya berpandangan bahwa mental buruhlah sebenarnya yang menjadi masalah dalam setiap penaikan upah minimum. Mental miskin yang manja terus melatar belakangi mereka dalam meraih puncak tertinggi kebutuhannya berdasarkan piramida marslow. Dalam beberapa berita online ada yang memberitakan bahwa beberapa buruh ada yang melakukan aksi menggunakan motor mewah. Selanjutnya silakan kita pikirkan sendiri.

Motor mewah pada saat aksi demo buruhUMR hanyalah upah minimum untuk buruh yang memiliki masa kerja dari 0-12 bulan dan belum memiliki tanggungan. Ini yang menjadi masalah atas kesalahpahaman selama ini. Buruh yang ikut dalam demonstrasi menuntut kenaikan upah minimum regional beberapa waktu lalu beberapa ada yang memiliki jabatan sebagai manajer di sebuah perusahaan swasta. Menuntut kenaikan UMR menjadi 3.7 juta adalah tuntutan yang salah menurut saya sebenarnya. Yang mereka butuhkan sebenarnya adalah kenaikan gaji dan bukan UMR yang selayaknya dialamatkan ke perusahaan tempat mereka bekerja dan bukan ke pemerintah. Menyama-ratakan upah minimum untuk “freshgraduate”-nya buruh menjadi 3.7 juta adalah hal konyol. Bahkan untuk UMR 2.2 juta yang diberikan saat ini menurut saya masih merupakan keputusan yang salah dari peemerintah. Atau apakah tuntutan 3.7 juta untuk UMR dipicu oleh keinginan buruh untuk kredit mobil murah yang sedang digadang-gadangkan pemerintah?

Belum lagi masalah ketidak adilan yang muncul apabila UMR jadi dinaikkan. Apabila seorang tamat SMA atau SMK atau bahkan berlatar pendidikan lebih rendah mendaftar menjadi pekerja di sebuah perusahaan manufaktur yang notabene hanya mengandalkan keterampilan dan tenaga langsung mendapatkan upah di bulan pertamanya sebesar 3.7 juta, lalu apabedanya dengan seorang intelektual yang merupakan freshgraduate lulusan ITB yang bekerja dengan kemampuan yang tidak dimiliki oleh buruh kemudian bekerja pada sebuah perusahaan dan mendapatkan gaji 3.5 juta di bulan pertamanya? Sepertinya akan lebih sejahtera untuk tidak melaksanakan pendidikan tinggi.

Untuk para buruh diluar sana, saya hanya ingin menghimbau untuk sedikit membuka mata agar tidak egois dan tidak manja menghadapi kehidupan. Buang jauh-jauh mental miskin yang selalu berharap segala hal datang tanpa perjuangan. Jika seorang buruh disukai perusahaan maka perusahaan pasti akan membayar buruh tersebut dengan harga tinggi karena khawatir buruh tersebut pindah ke perusahaan lain yang menawarkan upah yang lebih tinggi. Solusi terbaik menurut saya sebenarnya adalah pemerintah menetapkan UMR dengan kenaikan upah berdasarkan nilai inflasi. Bahkan 2.2 juta sudah terlalu banyak.

Lalu ketika buruh hanya bisa mogok kerja layaknya anak kecil yang merengek saat tidak diberikan permen oleh ayahnya, apa bedanya buruh dengan anak kecil? Akhirnya pun muncul argumen, “pantas jadi buruh, kalau berpikir rasional saja belum bisa”.

 

Tulisan ini diambil dari berbagai macam sumber.
Bagi yang ingin membantu menyertakan sumber silakan.
Advertisements

30 thoughts on “Tuntutan Upah Buruh Menyamai Gaji Minimal Freshgraduate ITB

  1. Mantap sekali analisis nya!! sangat setuju! itu pula lah yg saya pikirkan,,,
    Sharing experience, saat lulus SMK sy langsung ditawari bekerja sbg buruh di salah satu garment di kawasan Bandung Barat, hanya 1 bulan, dan lsg terkena imbas dipaksa ikut2an demo untuk sesuatu yg tdk sy pahami. Selain itu lifestyle mereka cukup konsumtif, hampir beberapa hari sekali tmn2 berganti Hand phone baru!!

    Semua tuntutan di atas bukan masalah ingin hidup layak, tp hidup mewah, konsumtif, dan manja seperti kata anda…

    Mohon para pekerja/ buruh gunakan rasional anda bukan ego ada..

  2. Menabur angin menuai badai… ini pas untuk buruh.. demolah sesering mungkin.. tinggalkan kerjaan anda semua.. tuntutlah gaji setinggi2nya.. kalau pada akhirnya dipecat dan nganggur.. mintalah kerja pada provokator anda..

  3. Waktu saya magang di *****, saya kaget banget tuh motor buruh rata-rata keluaran baru, bahkan smartphone mereka rata-rata BB, android dan ada yg punya Galaxy S4. Kenapa pula mereka konsumtif banget, trus selalu merokok, dan juga di pabrik sudah dapet makanan. Mereka kurang bisa memikirkan masa dpan (pendidikan) dan juga kurang bisa memanajemen keuangan mereka. Bukannya menggeneralisasikan buruh, tapi memang seperti itu keadaan yang saya lihat

  4. jangan sampai SARJANA PUNAH GARA-GARA bercita-cita jadi BURUH, karena langsung kerja jadi buruh lebih cepat kaya daripada jadi sarjana dulu. buat apa sekolah kalo sama saja gajinya seperti buruh?

  5. Memangnya lulusan ITB yg bekerja untuk suatu perusahaan tidak masuk ke dalam kategori buruh? Bukankah logikanya jika UMR (yg diperuntukkan bagi pekerja dgn masa kerja kurang dr 1 tahun) naik, maka gaji lulusan ITB termasuk berpotensi untuk naik juga? Kan salah saru penentuan gaji jg berdasar kompetensi yg artinya tingkat pendidikan jg termasuk dipertimbangkan.
    Tahun 2013 dengan UMR skitar 2,2juta. Lulusan ITB digaji 3,7juta.
    Tahun 2014 dgn UMR 3,7juta, maka gaji lulusan ITB bisa mencapai lebih dr 5juta.
    Ya, idealnya sih begitu. Tapi kalau UMR sudah naik tapi lalu lulusan ITB tidak menerima kenaikan, ya mungkin para lulusan ITB bisa coba ikut demo untuk dibuatnya sistem UMR berdasarkan tingkat pendidikan. Kalo mau sih.
    Ya namanya dunia, keadilan gak dijamin, tapi bukan berarti gak bisa diperjuangkan. Apa yg buruh tuntut sudah diperjuangkan dgn berbagai cara. Masalah hasil, semua tergantung perjuangan dan kehendak Pengatur Dunia. Boleh kan buruh yg bukan lulusan ITB berusaha mewujudkan mimpi punya UMR 3,7juta. Kamu sendiri blg “I’m not afraid to dream as high as the sky. Even if later I fall, I will be stuck between the stars.”
    Hehe sori, agak ad hominem. Kalo gak setuju jg gpp. Peace out, man :p

    1. Pertama, sebenarnya penggunaan judul dengan memasukkan ITB di artikel yang saya buat disini “Tuntutan Upah Buruh Menyamai Gaji Minimal Freshgraduate ITB” salah satu alasannya untuk menarik minat pembaca.

      Maaf sebelumnya jika saya tidak membuat batasan pada bahasan saya di atas, tapi mungkin jika boleh saya polakan, buruh yang saya maksud adalah tenaga kerja terampil; bukan tenaga kerja terdidik. Karena bicara buruh itu luas jika didefinisikan sebagai pekerja, bahkan bisa dikatakan semua orang yang bekerja adalah buruh kecuali pemilik modal. Maaf sebelumnya jika saya belum menyertakan hal ini di artikel di atas.

      Masalah yang difokuskan pada kajian di atas sebenarnya hanyalah kepada pantas atau tidakkah sebenarnya tuntutan upah buruh yang selalu naik setiap tahun.

    2. Sebagai mahasiswa ekonomi saya berpendapat bahwa pada dasarnya sudah hukum ekonomi kalau UMR buruh ga bisa melebihi jauh dari kebutuhan pokok…

      Nilai nominal beda lho ma nilai asli.. Pernah ga kepikir gini.. Kalo misalny gaji buruh benar jadi 3,7 trus lulusan ITB jadi 5 juta.. Trus manager rapa? 10 juta?? Dengan begitu perusahaan butuh tambahan biaya produksi yang signifikan. Gak cuma biaya gaji karyawan lo, pasti diikuti juga oleh kenaikan biaya bahan baku dan lain2. Trus perusahaan punya 2 cara biar ga bangkrut (dan dua2nya imbasnya ke buruh). Pertama naikin harga produk. Inflasi di mana-mana. Biaya hidup yang tadinya 2 juta jadi 3.5 juta. Alhasil kita balik ke awal.. buruh minta naik gaji lagi.. biaya hidup naik lagi.. trus saja seperti itu siklusnya. Atau perusahaan diet karyawannya, yang artinya karyawan yang bisa stay diperusahaan hanya orang-orang workholic dan mempunyai skill yang tidak dimiliki orang lain.. Dan rela kerja rodi megang kerjaan 2 orang atau lebih sekaligus. Kasihan yang ga bisa kerja donk mlh jadi penganggutan.

      Kalau perusahaan ga bisa pilih 1 dari 2 strategy itu?? Bangkrut.. Makin banyak yang kehilangan pekerjaan. Imbasnya.. buruh lagi.

  6. Menurut saya sih masalah tuntutan UMR buruh ini lebih ke arah politis kalo di Jakarta. Trus juga memang sih sebenarnya bukan cuma buruh tapi semua masyarakat di Indonesia (khususnya Jakarta) bisa dibilang sangat konsumtif. Bayangkan saja sekarang handphone sejuta umat jatuh ke Samsung Galaxy (series berapapun) dan mungkin iPhone akan mendominasi beberapa tahun lagi, bukan HP Esia lagi kayak dulu (dari yang saya amati di KRL) bahkan PRT aja udah BBMan. Hati-hati Bro, ini ujung-ujungnya Neokolonialisme, masyarakat Indonesia lagi dimainin (kalo pejabat sih udah dari dulu) apalagi hampir 50% pasar ASEAN itu adalah Indonesia….yang penting dibenahi dulu dari individu yang katanya cerdas lulusan sarjana (apalagi sarjana ekonomi)

  7. haha.. mereka masi melihat UMR sebagai keinginan mereka yang harus terpenuhi, bukan kebutuhan. hape saya aj bahkan dari SMA blum saya ganti dan masih hape nokia yg butut… tapi selama masi berfungsi dengan baik, kenapa tidak? 🙂

  8. komentar atas artikel ini yg dipost sebelumnya di facebook (ada kawan yg mensharenya)

    Artikel itu bermasalah pada: 1. Definisi buruh.
    2. Konsep mengenai upah secara luas,
    kemudian merembet pada konsep UMR. 3.
    Konsep UMR adl utk buruh lajang. (Ini yg
    harusnya diubah) 4. Acuan UMR saat ini
    didasarkan pada Komponen Hidup Layak yg
    diutak atik tanpa survey. (Pdhl penentuan itu
    dilakukan dg survey). 5. Melupakan analisa
    struktural atas kondisi kerja-upahan. 6.
    Ahistoris-anakronistik, tanpa memahami
    kondisi struktural mengapa ia jadi buruh, dan
    dengan santai menyalahkan rasionalitas buruh.
    7.Melupakan konsep UMR sbg acuan upah
    minimum bagi SEMUA pekerja. Dan ini adl
    perjuangan buruh sehingga menjadi konvenan
    ILO yg harus dipenuhi negara yg meratifikasi.
    Artinya lulusan ITB juga akan naik gaji. 8.
    Mungkin ini yg penting, dlm kajian teoritik,
    upah yg tinggi tidak berkaitan krisis. Dari
    hampir semua kajian mengenai krisis, selalu
    berujung pd apa yg dinamakan ‘overakumulasi’.
    Bahkan membutuhkan itu. Ini utk mereka yg
    berpikiran liberal justru harus ada upah tinggi
    agar tidak terjadi itu. Bila berkenan silahkan
    cek tulisan Adam Smith, The Wealth of Nation.
    Dia menganjurkan upah yg tinggi bagi pekerja.

    Poin-Poin yang diungkapkan
    tersebut luput dari analisis (kalaupun bisa disebut analisis, sebab 8 poin penting tersebut tidak diperhatikan sama sekali). Dengan memperhatikan kedelapan poin ini, tulisanmu tak lebih dari ocehan
    kelas menengah ngehek yang selalu diucapkan
    berulang sampai berbusa.

    1. Kan memang ocehan mas Rio. Kalau yang analisis ilmiah pasti udah saya publikasi di jurnal ilmiah internasional dan bukan di blog pribadi. hehehehe 🙂
      Juga butuh waktu lama untuk mempersiapkan. Sayangnya saya juga nggak seniat itu.

      Kalau boleh menanggapi izinkan saya menanggapi poin nomor 3.
      Menakertrans, Muhaimin Iskandar menyatakan: Penetapan upah minimum UMK/UMP khusus untuk pekerja lajang yang bekerja di bawah 1 tahun sedangkan untuk upah buruh berkeluarga, silakan rundingkan secara bipartit di tingkat perusahaan.

      “Penetapan Upah minimum merupakan social safety net yang berlaku khusus bagi pekerja lajang yang bekerja di bawah satu tahun. Di luar ketentuan itu, silahkan berunding secara bipartite di tingkat perusahaan,“

      kata Menkertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta pada Senin ( 18/11) seperti dikutip dari situs kemenarkertrans.

      sementara dari sumber lain, wikipedia.

      “Penetapan upah dilaksanakan setiap tahun melalui proses yang panjang. Mula-mula Dewan Pengupahan Daerah (DPD) yang terdiri dari birokrat, akademisi, buruh dan pengusaha mengadakan rapat, membentuk tim survei dan turun ke lapangan mencari tahu harga sejumlah kebutuhan yang dibutuhkan oleh pegawai, karyawan dan buruh. Setelah survei di sejumlah kota dalam provinsi tersebut yang dianggap representatif, diperoleh angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) – dulu disebut Kebutuhan Hidup Minimum (KHM). Berdasarkan KHL, DPD mengusulkan upah minimum regional (UMR) kepada Gubernur untuk disahkan. Komponen kebutuhan hidup layak digunakan sebagai dasar penentuan upah minimum berdasarkan kebutuhan hidup pekerja lajang (belum menikah).”

      Best regards,
      Zulwiyoza Putra

  9. Om saya buruh, dia punya 3 anak, bisa punya rumah, malah bikin kontrakan buat pemasukan tambahan, hidupnya sederhana, tp berkecukupan.

    1. Patut diteladani om nya mas Yogi ini. Toh hidup ini yang penting banyak bersyukur aja supaya diberikan lebih. Daripada menuntut, tuntutan nggak dikabulkan kita pun stres 🙂

  10. hmmm..setelah say baca..memang gua kebuka juga sih… tanpa maksud menyindir ato gimana? tapi yah.. opini smua temen” sih bagus …tapi memang saya melihat kenyataan bahwa segala sesuatu itu baik..tapi yg namanya ter- itu mending pikir ulang deh,,jujur yah..sapa sih yg ngga pengen gaji tinggi,,smua orang mau,,.sapa sih yang ngga mau sejahtra…? smua orang mau..sapa yang ngga mau punya tabungan gede,,smua orang mau,,tapi satu hal yg gua pelajari,,bener jg kek yang dibilang mas zulwi , smua tergantung kita jg.

    oke…kita emang ngga bisa yang namanya ngarep prusahaan bakal perhatiin kita satu-satu n ngasih kita gaji gede,,tapi sgitu yang kita dapat,coba belajar syukurin aja.. atur sebaiknya,,

    pada waktu gaji cuma 800 rebo…kita pasti usahakan kbutuhan kita yang setara 800rb toh,,,hp or kbutuhan pasti kita atur sbaik mungkin,,pernah denger ngga ada yg bilang gini : “dulu,waktu gaji gua cuman segini, gua masih bisa lho ngasih duit ke ortu gua di kampung.. kok sekarang keknya susah bener buat nabung doang.. ”

    intinya tergantung sikap kita mandang uang itu gimana and sikap hidup kita aja.,yah..klo mau ngikut orang yaaa ngga bakal selesai..temen punya gadget dll kita pengen jg,,yah mau gimana?

    rejeki dari Tuhan untuk Tuhan…intinya sih bijaksana aja..dulu 800rebo ngga kpikir tuh beli S4..tiba” gaji naik 2.2jt mungkin baru kpikir bukan? gua juga ngga munafik lah..sapa sih yg ngga pengen gadget terbaru,,rumah keren,,or partment keren..mobil? pengen jg lah kek orang” disono yang bisa make baju zara kemana-mana? woww..tapi yah balek lagi ke diri gua…apakah nilai diri gua diitung dari sono?

    ini tidak berarti gue serta merta tidak suka gaji dinaikkin jg,,yah ,,gua berharap negara kita bisa kek negara-negara lain yg jg bisa kasih gaji yang mantep ke warganya…tapi apa daya,,, klo memang ngga puas coba cari kerjaan lain di prusahaan lain lho..mau gimana lagi..tapi ketika mungkin rejeki gaji tinggi belom sampe ke ttangan kita,,ya cb hargai apa yang ada pada kita dulu..demo or protes boleh..asal dengan cara yg bener dan alasan yg bener..

  11. detik pertama saya baca kalimat pertama di artikel ini, rasanya saya tau kuliahnya dimana… 😀 been there, done that…

  12. Kos di jakarta mana ada seharga 300rb? Pertama kali nyampe jakarta cari kosan tahun 2011 ya, kosan sempit tanpa kipas angin aja 750rb.. Dibandingin sama kos sebelumnya di surabaya tahun 2010 dengan kamar 2x lipat lebih luas cm 200rb..

    1. klo nyari tempat kosnya di daerah menteng cikini mah gak ada laaah… minggir aja dikit, usaha cari kosan yg 300an, gw bisa kok dapet tempat kosan seharga segitu

  13. wah
    kalo jadi naik tuh mending jadi buruh dah
    btw
    dipikir pikir
    mereka minta naik akibat rokok
    coba bayang kan
    1 hari anggep aja dia habis kan 2/3 kotak isi 12
    kurang lebih saya ambil yang ma**b*r* gold = 16
    nah kalo dia beli 2 kotak per hari nya 32000
    kalau setiap hari selama sebulan dia beli rokok udah 960000 perbulan
    ujung ujung nya rokok
    kalo salah mohon maaf

  14. Lebih baik pakai tenaga mesin / robot aja sekalian biar para buruh2 yg demo itu merasakan akibatnya (pengangguran) cari kerjaan susah ko malah jadi manja. Kerja di gaji aja udah syukur.
    #SeradaEmosi 😀 haha

  15. Jd buruh tambang aj drpd ribut di jkarta,malah gk ad yg demo ntu,bs ngalahin yg s1 lg. Intinya tgl kita bs mnsyukuri dan muter kepala utk pengaturan keuangan psti bisa kok.

  16. “Buruh sama sekali tidak paham atau tidak mau paham bahwa keterpenuhan seluruh kebutuhan hidup bukanlah tanggung jawab perusahaan. Itu adalah pilihan. Kalau memang merasa tidak terpenuhi, silakan pindah ke perusahaan lain, atau buka perusahaan sendiri.”

    ^ ngomong memang enak tapi masalah pokoknya adalah di pemerintah , mereka tidak pro rakyat sendiri tapi pro pemegang modal ( baca pemegang duit ) terutama asing , misal mau buka usaha toko gimana mau bertahan kalau di satu jalan bisa berjejer2 mart2 sampai 10-20 buah ? mall2 berjejer2 dimana2 ? padahal sudah ada aturan dan batasan utk itu tapi tidak dijalankan , hal2 lainpun begitu , misal mau usaha air minum bagaimana bisa jika mata2 air yg ada sudah dikuasai perusahaan2 asing sampai 80% bahkan sampai2 petanipun harus ngantri beli air ? itu air kita dan di tanah kita tapi dikemas perusahaan asing lalu dijual ke kita , masuk akal ?

    mau usaha apapun kebanyakan pangsa pasar sudah dikuasai asing , baju sebagian sudah dikuasai china , elektronik eropa dan jepang , sampai2 bahan panganpun banjir import coba katakan bagaimana caranya kita buka usaha ?terutama yg baru mau mulai ?

    tapi biar bagaimanapun gaji di indo ini memang kurang layak , coba dihitung lagi dgn benar , terutama dgn yg sudah berkeluarga , toh pada akhirnya semua orang pasti berkeluarga bukan ? coba dihitung dgn benar , anggap keluarga ideal 4 orang hitung makannya saja dulu , satu orang anggap satu kali makan 5000 ( anda pikir saja deh 5000 itu makannya sederhana kayak apa dijaman sekarang ini ) kali 4 satu kali makan 20.000 , 3 kali sehari maka 60.000 sehari satu bulan maka 1.800.000 sudah.

    belum bayar kontrakan berapa tuh ? listrik ? air ? uang sekolah ? baju ? hiburan ? dll cukup itu ?

    yang perlu diingat adalah buruh itu juga adalah RAKYAT INDONESIA mereka juga BERHAK atas kesejahteraan , jadi tidak hanya kerja makan tidur kerja lagi dst apa beda dgn budak kalo gitu ?

    di negara2 maju bisa gaji buruh tinggi , kenapa kita tidak bisa ?

    saya ambil contoh Jepang gaji standart mereka kalau dirupiahkan adalah 12 jt sebulan belum termasuk lembur dimana kalau lembur ditambah 20-25% perjamnya , kenapa mereka bisa ?

    Karena :

    1. dimulai dari yg paling berperan yaitu pemerintah , disana pemerintah sangat melindungi kepentingan dalam negeri , beda dgn disini disana kepentingan industri lokal dinomorsatukan dan dilindungi oleh pemerintah , tidak seperti disini yg mengedepankan kepentingan pemilik modal terutama asing, sehingga usaha lokal disana bisa bertahan karena PANGSA PASARNYA TIDAK DIREBUT OLEH PERUSAHAAN ASING.

    2. masih dari pemerintah , kebutuhan2 dasar seperti pendidikan dgn adanya sekolah gratis bahkan orang asing seperti teman sayapun yg disana boleh bersekolah gratis sampai SD selesai , listrik , air , transportasi publik yg aman nyaman dan murah semua itu mengurangi beban rakyat secara keseluruhan dan buruh secara khusus , mereka bisa menyimpan dana pendidikan utk anaknya SMA dan kuliah karena SD sampai SMP gratis , coba bayangkan betapa ringannya beban buruh jika itu diterapkan disini.

    3.dari segi buruhpun juga dituntut berproduktifitas tinggi , jadi timbal balik supaya perusahaan juga bisa produktif dan berkembang , pendidikan di jepang mengutamakan mental bukan mengejar nilai semata seperti disini , budaya malu dan bekerja keras yg tinggi ditanamkan sejak kecil sehingga orang2nya sangat produktif , memang tidak bisa disangkal kerja buruh disini juga byk tidak beres itu juga harus diperbaiki.

    4, rakyat disana nasionalismenya tinggi , barang2 dalam negeri dihargai DAN DIBELI OLEH RAKYATNYA SENDIRI , sehingga perputaran ekonominya bagus di dalam negeri , kalau disini coba anda perhatikan mulai dari anda bangun , kerja , makan , pulang tidur dst barang2 yg anda sentuh , beli dan gunakan adalah PRODUK ASING !!!!
    Dgn kata lain tiap kali anda beraktifitas anda nyetor duit keluar ke pihak asing !!!!

    jadi kesimpulannya semua pihak harus bekerja UTK KEPENTINGAN BANGSA , TERMASUK PEMERINTAH DAN RAKYAT jangan cuman nyalahin satu pihak buruh saja , atau pemerintah saja atau pabrik saja.

  17. Tenaga kerja (Buruh) adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. sesuai UU ketenagakerjaan

    jadi sebenernya siapapun yang melakukan suatu pekerjaan, adalah juga buruh, termasuk yang di dalam kantor yang ber-ac yang bekerja terutama dengan komputer

    Apakah tepat kalau Tuntutan Upah Buruh Menyamai Gaji Minimal Freshgraduate ITB? bisa ya bisa tidak, rasa-rasanya memang sudah waktunya kalau standar gaji di indonesia lebih tinggi lagi. Come on Indonesia sudah masuk 10 besar ekonomi di Indonesia.

    Sudah tidak tepat juga rasanya kalau biaya buruh yang murah selalu jadi alasan utama negara asing untuk berinvestasi seperti kata pak SBY

    atau seperti kata pak ARB, bahwa gaji idealnya seseorang haruslah 5x lipat dari sekarang

    tak ada salahnya juga kalau buruh berdemo meminta kenaikan upah, karena itu bagian dari hak asasi mereka untuk berbicara dan bersuara

    ingat kenaikan UMR juga secara jangka panjang akan berarti kenaikan gaji termasuk di posisi-posisi atas

    kalau tidak ada orang-orang yang bergerak demi kesejaterahan bersama, apa iya kita mau begini-begini aja?

    argumen, “pantas jadi buruh, kalau berpikir rasional saja belum bisa”. adalah sebetulnya kebodohan, sebab kita sering tak sadar bahwa kita pun buruh juga, terlepas buruh dengan kerah biru atau kerah putih

    pemerintah menetapkan UMR dengan kenaikan upah berdasarkan nilai inflasi? adalah sebuah kegilaan, kalau ditetapkan dengan nilai inflasi yang hanya sekitar 6% atau bahkan sedang diusahakan lebih rendah lagi oleh pemerintah. Maka konsekuensi logisnya adalah gaji saudara yang menulis tulisan ini hanya akan naik maksimal 6-7% setahun. cukup? bisa jadi, kalau saudara yang menulis tulisan ini selalu single dan tidak ingin membeli rumah, yang harganya sedang bubble, dan terus dan terus dan terus naik

    saya selaku buruh kerah putih, bukannya bermental tempe, egois nan manja, hanya saja sudah waktunya bagi Indonesia untuk jadi sejahtera, dan itu bisa dimulai dengan buruh. kalau buruh sejahtera nan bahagia serta tidak perlu gali lubang tutup lubang. Mereka akan makin termotivasi untuk bekerja atau setidak-tidaknya makin fokus bekerja, dan tidak lagi memikirkan uang yang harus mereka keluarkan untuk susu ya atau mungkin rokok

    Oh iya apa pernah kita pikir Rp.3.700.000,-= USD318.2, bagaimana dengan Amerika Serikat, Cina, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Prancis, dan Inggris? berapa gaji fresh graduate disana?

    Amerika Serikat, Cina, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Prancis, dan Inggris itu berbeda, ya, mereka sedikit di atas indonesia menurut Lembaga keuangan internasional World Bank berkaitan tingkat daya beli dan belanja riil ekonomi global

    lalu bagaimana dengan yang lain? kanada, australia, arab saudi, dll. kenapa banyak orang ingin kesana? demi mendapatkan penghasilan lebih baik? tentunya. padahal negara-negara yang saya sebutkan tadi ada di bawah Indonesia kalau diukur dari tingkat daya beli dan belanja riil

    hal yang aneh bukan 😉

    *tertanda buruh kerah putih

    1. Perhatikan lagi perkataan menteri kemenakertrans, mas.

      “Penetapan Upah minimum merupakan social safety net yang berlaku khusus bagi pekerja lajang yang bekerja di bawah satu tahun. Di luar ketentuan itu, silahkan berunding secara bipartite di tingkat perusahaan,“

      kata Menkertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta pada Senin ( 18/11) seperti dikutip dari situs kemenarkertrans.

      Di parageaf awal saya sudah memperkecil bahasan bahwa kata buruh yang saya bahas hanya representatif tenaga kerja terampil.

      Saya tidak masalah apabila buruh melakukan demonstrasi asal dengan syarat: tidak membuat kemacetan dan tidak merusak fasilitas umum. Buruh punya hak asasi untuk berdemo tapi pengguna jalan dan pengguna fasilitas umum punya hak menggunakan fasilitas dengan semaksimal mungkin. Ingat, hak seseorang bisa diambil apabila orang tersebut telah mengambil hak orang lain.

    2. Intinya sih, ini bukan pelajaran untuk kaum buruh saja, tapi untuk kita semua yang harus belajar lagi banyak bersyukur supaya diberikan lebih sama yang di atas, mas. Semua orang kalau nggak bersyukur, gaji 1 miliar yang mas dapat pun pasti terasa nggak cukup.

      1. Kenapa bandinginnya selalu sama negara maju, Amerika Serikat, Cina, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Prancis, dan Inggris? Bandingin dengan sesama negara berkembang kenapa? Myanmar, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos?

        Buruh-buruh di Indonesia seharusnya bersyukur UMR segitu, sekarang kenyataanya saja, buruh mana yang tidak punya motor sendiri? Berapa banyak yang masih menggunakan tranportasi umum untuk kerja? Berapa banyak yang tidak memakai BB/Samsung? Buruh pingin punya rumah? Sudah disediakan Rusun oleh pemerintah. Kurang apa lagi coba, bilang harga perumahan sedang bubble? Perumahan mana yang dimaksud? Perumahan elit? Hebat bener… Sadar diri dong, Namanya juga buruh pabrik, klo mau hidup lebih layak, ya jangan jadi buruh pabrik, belajar lagi biar naik jabatan. Pegawai-pegawai bank saja bila mau naik jabatan juga harus sekolah lagi (minimal training 1 tahun).

        Negara maju bisa memberikan kondisi tinggi karena pekerjanya punya kreatifitas dan inisiatif, sehingga mereka bisa maju.

        Semisal Cina, apa anda tahu 1 pabrik di Cina bisa jalan hanya dengan 5 buruh (Pabrik Popok), pekerja2 marketing alias kantorannya yang banyak, klo di Indonesia apa bisa begitu?

        Lagian buruh2 di Indonesia nilai positif nya dimana? Diberi pekerjaan misal menjahit (Pabrik Konveksi) maka akan selamanya bisanya ya menjahit, bila diberi tanggung jawab lain jg pasti menolak dengan alasan di luar job desc.

        Kalau memang mau disamakan dengan negara2 maju, maka mental buruh lah yang harus diperbaiki, Bekerjalah melebihi yang diharuskan maka pihak perusahaan pun pasti akan menilai lebih.

        Yang seharusnya lebih diperhatikan oleh pemerintah adalah mengembangkan pabrik-pabrik barang jadi (bahan baku di Indonesia banyak), yang fokus pemasaran dalam negeri, sehingga produk-produk impor dapat dibatasi. Bila seluruh produk jadi di Indonesia tersedia dan berkualitas maka dengan sendirinya inflasi akan berkurang.
        Bila memang teknologinya belum mampu untuk membuat dari nol, maka lakukan tembak barang yang sudah ada. Misal HP, kenapa di pasaran merebak HP Cina yang jauh lebih murah tetapi punya kemampuan/spek yang kurang lebih sama dengan HP bermerk? Karena mereka meng-‘copy’ produk sejenis dan mengutak-atik nya dengan bahan baku lokal sehingga harga bisa ditekan.

        Selain itu, pemerintah juga seharusnya memberikan kredit khusus agar tidak hanya bergantung pada investor asing, tetapi pemain-pemain lokal juga bisa berkembang, (sebagai contoh di Cina lagi yang dekat) di Cina kredit modal usaha diberikan bisa mencapai 100 tahun untuk jangka watu kreditnya. Bisa dihitung, bila dua orang pengusaha sama-sama membuka kredit sebesar 10M untuk membangun pabrik, di Indonesia beban pengusaha tersebut sebulan bisa mencapai 60-70 jt (jangka waktu 15 tahun), bila di Cina sebulan hanya dibebankan 10-15 jt. Itulah salah satu faktor mengapa negara tersebut bisa maju dan tidak bergantung pada asing.

  18. Mungkin yg harus dipikirkan pemerintah adalah kesempatan pendidikan yg merata biar nanti kalo buruh protes pgn gaji sm kayak s1, berarti salah buruh sendiri knp dulu malas sekolah.. terus yg perlu dipikirkan perusahaan2 adalah carreer path buruh2, bagaimana menaikan tingkat jabatan buruh2 potensial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s