Temui Aku

Engkau gadis bergigi kawat bermata coklat

Lahirkan rindu pekat yang terperangkap

Kuat dan mantap aku ingat

Detak jarum jam dindingpun menyapaku,

Mengabarkan cerita yang luar biasa yang aku tak tahu arah geraknya kemana

Jarum panjang kan tetap panjang dan mendominasi gerakannya di atas lingkaran putih mengkilap

Sedang diluar menyebar semerbak wangian tanah yang telah menemukan rindunya dengan hujan

Aku terpaku dalam tembokku menahan segala yang ada diatasku dengan tanganku yang hanya dua

Pada jalan yang ada di depan mataku, lalu kumenoleh ke belakangmu menatap dengan dalam ke arah punggungmu

Dengan inginku, aku berlari kecil dalam beratku menghampirimu.

Lalu tanpa kau sadar kedua tanganku menyentuh kedua sisi pinggangmu dari arah belakang.

Kau tetap berdiri menghadap depan tak begitu mempedulikan.

Lalu ku taruh bibirku tidak jauh dari telinga kananmu yang tertutup rambut hitam kecoklatan.

Aku berbisik dengan dalam kepada duniamu menyampaikan pesan, “Mencariku? Temui aku dengan mata hatimu”.

Kau pun menoleh ke belakang, lalu aku menghilang bersama lebat hujan dan yang kau lihat hanyalah pantulan wajahmu di atas genangan.

Karya: Zulwiyoza Putra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s