Perjalanan Pra-SNMPTN-ku (Part 2)

… dan bertanggung jawab atas keputusan saya saat itu. Nah, dengan  pengetahuan yang tidak sampai 30% tadi saya mencoba belajar untuk mengetahui dan menguasai 70 persen sisanya dalam jangka waktu lebih kurang 2 bulan.

Perjalanan saat itu masih panjang. Pengunguman SNMPTN undangan saat itu akhirnya menjadi titik balik bagi saya untuk setelahnya meningkatkan usaha saya mengejar ketertinggalan. Terlebih target saya adalah ITB yang notabene diinginkan oleh banya putra-putri terbaik bangsa. Sedangkan saya putra-putri terbaik kecamatan saja belum.

Saat itu saya langsung memasang target terbesar saya dengan memotong-motongnya dalam target harian dengan harapan saya bisa mencapai target harian tersebut dan sedikit demi sedikit saya akan mencapai target yang saya inginkan di akhir perjuangan saya. Saya langsung menjadwalkan rutinitas saya saat itu juga. Adalah Fajri Amrullah, seorang teman kosan saya saat itu yang mengajari saya tentang perjuangan dan komitmen pada cita-cita dan rencana yang saya buat. Fajrilah yang membuat saya terjaga untuk tetap mempertahankan saya untuk tetap ingat dan berjuang. Dia yang mengajari saya tentang bagaimana shalat tahajud dan shalat dhuha, bagaimana memulai belajar dari jam 5 pagi nonstop sampai jam 10 malam. Ia yang membuat saya dekat dengan Tuhan. Menjelaskan saya bahwa Tuhan adalah tempat ita meminta dan percaya padanya adalah cara yang paling ampuh untuk membuat setiap hari perasaan selalu ikhlas dan bersyukur atas apa yang telah didapatkan.

Sampai suatu ketika disaat ujian tertulis hanya tersisa 2 minggu lagi, saya dan Fajri mengambil keputusan untuk tidak mengikuti bimbel lagi dengan harapan dapat belajar secar efektif di kosan dengan cara yang diinginkan. Ini terjadi setelah kami melihat hasil try out kami yang masih belum mencapai target sedangkan ujian tinggal beberapa hari lagi. Keputusan untuk tidak meneruskan bimbel memang spekulatif, tapi jika bisa memegang teguh komitmen rencana yang disusun  akan bisa berjalan lancar.

Pola belajar kami pun berubah menjadi sedikit ekstrem. Belajar dimulai setelah shalat subuh hingga pukul 8 pagi. Lalu setelah sarapan dan shalat dhuha pukul 9 belajar disambung kembali hingga zuhur. Pukul 1 siang setelah shalat zuhur dan makan siang selesai dilaksanakan, belajar kembali dilanjutkan hingga menjelang ashar. Dalam jadwal, setelah ashar adalah waktu santai hingga maghrib. Namun itu hanyalah wacana. Kami melanjutkan belajar hingga maghrib. Setelah maghrib, kami makan malam dan sesekali membaca al-quran hingga Isya. Setelah isya, belajar dilanjutkan hingga pukul 10 malam. Kadang juga belajar baru berhenti pukul 11. Saat itu kami hanya belajar dengan memutar CD Zenius di laptop dan sesekali membahas soal tambahan dari buku 1001 soal terbitan erlangga. Ini kami lakukan setiap hari. Dan metode ini menurut kami jauh lebih efektif ketimbang belajar di bimbel.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Besok adalah ujian tertulis SNMPTN yang menjadi penentu masa depan kami itu. Tidak hanya masa depan, penentu jodoh mungkin juga. Lokasi ujian saya dan Fajri kebetulan sama. Bukan kebetulan juga sih, saya memang merencanakan itu dengan Fajri agar bisa memudahkan mobilitas saat ujian berlangsung.

Di satu hari sebelum ujian berlangsung saya dengan Fajri memang sudah sepakat untuk tidak belajar agar tenang dan tidak stres sebelum ujian berlangsung. Kami sempat membeli beberpa batang coklat. Semenjak belajar dangan Fajri, saya sering mongonsumsi coklat sebagai penghilang stres. Beberapa kali juga saat belanja di supermarket kami mempertimbangkan tabel gizi yang ada dibelakang sebuah produk. Ya biasalah, baru belajar biologi jadi semuanya dikait-kaitin. Jadi semakin sadar ternyata tahu bukan sekedar untuk ujian itu keren. Ternyata semua ilmu bisa dimanfaatkan untuk mengambil keputusan sehari-hari. Malam sebelum ujian saya sempat tidak bisa tidur. Malam itu perasaan saya nggak jelaslah pokoknya. Saya menangis selama satu jam dan nggak bisa tidur. Entah disebabkan oleh apa, mungkin karena perasaan takut nggak lulus kali ya. Saya nangis selama satu jam di tempat tidur. Malam itu juga saya ditelpon orang tua saya. Mereka memberikan sprit sekaligus arahan agar saya tenang malam ini dan menghadapi Ujian besok dnegan kesiapan untuk menerima kenyataan apakah lulus atau tidak. Saya terharu saat itu.

Hari ujian pun tiba, saya mendapat tepat di gedung kuliah salah satu fakultas di Universitas Negeri Padang. Hari pertama dihiasi sedikit insiden, yaitu dokumen wajib yang harus dibawa pada saat ujian ketinggalan. Namun masalah ini akhirnya bisa diselesaikan setelah saya mencoba menemui panitia lokal dan saya diizinkan mengikuti ujian asal besok saya membawa kembali dokumen yang dimaksud.  Saya ditempatkan di kelas yang sama dengan Fajri. Jika kalian ingin tahu bagaimana caranya ini bisa terjadi coba baca https://zulwiyozaputra.wordpress.com/2013/05/26/trik-agar-bisa-satu-ruangan-dengan-teman-saat-ujian-sbmptn/ Ujian berjalan lancar di hari pertama dan hari kedua. Setidaknya saya dapet menjawab sekitar 50 persen soal di kemampuan IPA dan 60 persen di kemampuan IPS, untuk kemampuan dasar, saya hanya menjawab sekitar 45 persen.

Beberapa hari setelah ujian saya kembali ke Dumai. Disana saya dan Fajri sempat memeriksa jawaban saya dengan kunci jawaban yang beredar di internet. Waktu itu ujian berlangsung saya sempat mencatat jawaban saya di soal ujian yang diperbolehkan untuk dibawa pulang. Dan hasilnya adalah saya mendapatkan passing grade (kalo nggak salah) sekitar 52% untuk kemampuan IPS dan 46% untuk kemampuan IPA. Ini membuat saya cemas, pasalnya untuk lulus di SBM ITB yang merupakan pilihan pertama saya membutuhkan passing grade setidaknya 54% saat itu. Hari-hari saya selanjutnya hanya diisi dengan kekhawatiran.

Akhirnya hari pengnguman pun tiba. Saya sangat takut dan pesimis akan hasilnya setelah mengecek jawaban saya. Sepanjang shalat maghrib hingga doa saya hanya bisa menangis khawatir atas hasil pengunguman nanti. Pengunguman dijadwalkan dipercepat beberapa hari saat. Pukul 7 hingga hitungan menit yang artinya nasib saya ditentukan dengan beberapa menit ke depan apakah saya akan lulus di ITB atau tidak. Waktu itu kebetulan modem tidak mau nyala entah kenapa jadi saya memutuskan untuk melihat dengan hape saya. Ternyata halamannya juga tak mau terbuka padahal sudah pukul 7 lewat 10 menit. Akhirnya mama mengajak saya untuk kerumah tetangga untuk minjam internetnya biar bisa buka pengunguman dan ternyata nggak bisa dibuka juga. Sembari menunggu bisa terbuka saya tetap mencoba membuka dari hape saya dan tetap tidak bisa. Akhirnya saya pasrah untuk membuka dari hape dan tetap menunggu koneksi internet tetangga saya. Kemudian masuk SMS dari se

seorang di hape saya yang menanyakan hasil pengunguman. Saat saya menutup pesan tersebut ternyata halaman snmptn.ac.id telah terbuka dan terpampang dengan jelas:

IMG_0100

saya sungguh sangat terharu . Saya hanya bisa menangis haru saat itu sambil memeluk mama saya. Lalu kami pun

pulang kerumah untuk ngabarin Papa kalo saya lulus di ITB. Namun sayang papa belum pulang dari masjid. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya papa pun datang dari balik pintu. Mama

langsung meluk Papa di depan pintu. Kemudian papa heran melihat istri dan anaknya yang sedang nangis. Kemudian muncul kata-kata dari mulut mama dengan lembut dengan bahasa minang, “anak kita lulus di ITB, Pa.” Sontak mereka berdua menangis haru sambil berpelukan dan papa mencium kening mama. Tangis saya tambah kencang saat itu melihat peristiwa ini. Bukan karena apa-apa, saya terharu melihat kejadian ini. Seolah ini adalah puncak kebahagia

an orang tua dan merupakan apa yang diharapkan orang tua dari anaknya. Tapi perjalanan saya masih panjang.

Advertisements

One thought on “Perjalanan Pra-SNMPTN-ku (Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s