Stratifikasi Sosial dalam Hubungan Percintaan

ImageHalo! Saya sedang galau dan sedang mencoba sesuatu yang namanya galau produktif. Galau produktif adalah istilah yang terdiri dari dua kata, yaitu galau dan produktif. Galau adalah suatu istilah yang dikenal masyarakat remaja Indonesia sebagai suatu kata yang mendefinisikan kondisi dimana manusia mengalami fase tunasemangat dalam hidupnya dan produktif adalah suatu kata sifat yang memiliki definisi pelengkap sebagai kondisi dimana seseorang mampu menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai.

Itu tadi definisi dari saya yang sok tahu ini. Intinya mah galau ya galau, produktifnya hanyalah kondisi ketika kamu sedang galau dan implikasi dari galau tersebut kamu menjadi melakukan sesuatu yang memiliki hasil. Tapi terserah lah ya mending nulis di twitter, blog, ataupun facebook tentang apa yang dialami tersebut daripada harus tiba-tiba memilki sifat vandalisme dan emosi muak yang datang sporadis.

Adalah suatu yang normal sebenarnya ketika kamu sedang mengalami hal yang disebut kekesalan. Kekesalan datang  tanpa permisi dan pergi tanpa menutup pintu. Inilah yang menyebabkan kekesalan sering timbul tanpa prediksi dan sering tiba-tiba datang kembali.

Tidak ada tips khusus atau teori apapun dari saya ketika mengalami kekesalan. Yang jelas saya sedang mengalami itu sekarang. Seseorang telah membuat saya kesal sekesal-kesalnya malam ini. Maksud saya pagi ini. Adalah lumrah biasanya orang-orang menganggap pukul 1 atau 2 pagi adalah malam. Ini karena diluar masih terlihat gelap. Secara de facto, saya baru mengindikasikan perubahan hari ketika saya telah melalui sebuah tidur malam.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca sebuah twit seseorang yang saya lupa siapa. Beliau mengatakan, jika seseorang rela meminggirkan kendaraannya hanya untuk mengangkat telepon atau sekedar membalas pesan singkat dari orang yang dicintainya maka sesungguhnya dia benar-benar mencintai orang tersebut. Yah, artiin sendir saja ya. Simpel saja sih, intinya orang yang benar-benar mencintai akan melakukan apa saja demi orang yang dicintainya agar tidak menuggu, agar tidak kesulitan, agar tidak kesepian (mungkin). Kalo enggak ya berarti pernyataan cintanya hanya sebatas teori atau hipotesis doang dan tidak terbukti dalam praktikum dan tidak sah menjadi hukum. Kalo sudah begini hati-hati yang namanya sistem stratifikasi sosial. Di dalam sebuah pasangan yang salam mencintai ada junga yang namanya kasta, ia menentukan status sosial seseorang dalam sebuah sistem yang disebut dengan hubungan. Idealnya kedua belah pihak berada dalam tingkat yang sejajar agar tidak ada penyimpangan akibat adanya kasta tadi. Penyimpangan tadi berupa diferensiasi status dalam sebuah percintaan. Hal ini yang sering menjadi penyebab adanya suatu hal yang menindas dan ditindas.

Saya bukan sedang curhat atas apa yang pasangan saya lakukan kepada saya kok. Pasangan saya adalah sosok yang sempurna dan kami saling mencintai layaknya sekuel-sekuel dalam FTV-FTV yang romatisnya mantap banget. Ini hanya tentang kalian yang punya pasangan. Jangan sampai ada straatifikasi sosial yang tidak sehat seperti tadi ya. Cintailah orang yang kalian cintai sekarang seperti pertama kali kalian mencintainya. Pasti akan lebih indah kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s