Pengujian Keberadaan Tuhan

Apakah anda adalah salah satu orang yang masih belum percaya akan Tuhan dan anda pernah berdoa atau berharap Tuhan memunculkan mukijazat atau keajaiban dahulu agar anda mempercayaiNya? Jika begitu simaklah terjemahan ayat ini:

“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, “Mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah, ” Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman” (QS Al-Anam: 109)

Dari situ sebenarnya saya seperti ditegur dengan keras. Dahulu sekali saya pernah mempertanyakan dan menantang Tuhan untuk menunjukkan kehabatannya dalam bentuk keajaiban agar muncul di dalam kehidupan saya jika benar Tuhan itu ada. Namun tahukah kalian apa yang terjadi? Tuhan tak pernah menunjukkan mukjizatnya.

Setelah saya melihat ayat ini saya seperti ditegur atas apa yang dulu pernah saya perbuat. Seolah Tuhan menjawab pertanyaan dan tantangan saya 1 tahun setelah saya menantang-Nya. Walaupun sebenarnya Tuhan tidak pernah menjawab tantangan saya saat itu, yaitu disaat saya butuh pembuktian kehebatan Tuhan baru saya akan percaya, tap ternyata Tuhan punya cara yang lebih Indah. Suatu saat disaat saya merasa saya berada sangat dekat dengan sang pencipta saya, saya memohon sebuah permintaan. Disaat saya memohon permitaan itu kepada Tuhan, saya menyelipkan kata-kata berikut kepada-Nya melalui doa: “Ya Tuhan, jika kau benar-benar memiliki kekuatan dan maha pengasih lagi maha penyayang maka tunjukkanlah, jika tidak maka tunjukkan jugalah.” Saat itu saya berdoa sambil menangis. Dan apa yang terjadi, doa itu ternyata dikabulkan oleh-Nya. Di saat saya membaca ayat tadilah saya menjadi ingat dengan apa yang dulu pernah saya alami ini.

Tahukah anda kenapa Tuhan tak menunjukkan keajaiban dan mukjizatnya disaat kita sedang tidak dekat dengan-Nya. Yaitu karena Ia adalah penciptamu, Ia tahu apa yang akan anda lakukan setelah Ia menunjukkannya. Ia juga tahu bahwa setelah dia menunjukkan itu semua, maka kita – manusia – akan dengan sombongnya mengandalkan rasionalitas berfikir untuk menjelaskan yang bathin dan bahkan mungkin juga mencari alasan yang bisa kita terima saat itu. Yang kembali lagi jika saat itu adalah saat ketika kita tidak dekat dengan Tuhan kita, maka Tuhan tidak akan masuk ke dalam unsur penjelas yang kita peroleh dari proses berfikir sederhana itu. Bukan saya bermaksud menyalahkan rasionalitas berfikir, tapi ini adalah masalah Tuhan. Untuk mendapatkan ide tentang Tuhan itu sendiri kita harus menggunakan 2 elemen pembentuk tindakan yang ada pada diri kita yaitu fikiran dan perasaan. Jika anda masih belum paham dengan fungsi rasionalitas dalam pendekatan manusia menuju Tuhan maka menurut saya mungkin fillm “Life of Pi” akan membantu anda menemukan jawabannya.

Jadi, apakah anda butuh mukjzat dan pertolongan dari-Nya? Dekatilah Ia maka Ia memberikannya sebagaimana ketika kita mendekati seseorang ketika kita butuh. Jika mungkin seseorang itu akan kecewa jika ia didekati hanya disaat ia benar-benar dibutuhkan, tapi Tuhan tidak melakukan hal yang sama. Tuhan tidak pernah kecewa pada makhluknya, ia maha penyayang dan selalu akan ada untuk setiap orang yang telah tersesat dan berusaha kembali ke jalan-Nya. Tuhan itu maha mengerti.

 

Advertisements

One thought on “Pengujian Keberadaan Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s