Demonstrasi, perlukah?

Dipersiapkan untuk essay DDAT ITB 2013

Tema: Pergerakan Mahasiswa yang Ideal

Demonstrasi, perlukah?

Saya adalah salah satu orang yang baru tahu akan indahnya pergerakan kemahasiswaan setelah saya berada di bangku perkuliahan. Sebelumnya saya hanya mengatahui bentuk-bentuk pergerakan kemahasiswaan melalui berita dan siaran di televisi saja. Karena saya hanya melihat dari televise, maka pengetahuan tentang pergerakan kemahasiswaan saya pun adalah refleksi dari apa yang televisi  gambarkan. Seperti apa yang diberitakan, mahasiswa lebih saya kenal sebagai golongan yang suka demonstrasi, long march di jalanan, dan melakukan aksi anarki. Dulu saya sangat menyalahkan pergerakan seperti ini hingga akhirnya sekarang saya berusaha memahami apa yang terjadi sebenarnya.

Saya menyadari bahwa apa yang dilakukan mahasiswa seperti tadi sebenarnya tidak bisa sepenuhnya disalahkan, dibalik itu semua tersimpan perjuangan dan keinginan yang sangat besar oleh teman-teman mahasiswa untuk mengemukakan pendapat, aspirasi, dan cita-cita yang sangat mulia. Hal ini terlihat dari keberpihakan mahasiswa dalam aksinya dengan keinginan untuk menciptakan kesejahteraan di masyarakat. Namun yang sangat saya sayangkan adalah pengungkapan pendapat dan aksi mahasiswa sering mengandung unsur-unsur yang tidak diinginkan seperti  vandalisme dalam bentuk perusakan fasilitas publik, mengganggu ketertiban, kekerasan, dan aksi –aksi yang sering melanggar norma-norma dan aturan-aturan yang ada. Belum lagi pergerakan seperti ini telah banyak dijadikan alat dan kendaraan-kendaraan politik atas keinginan sekelompok orang bahkan individu untuk menciptakan terbentuknya opini publik yang direncanakan.

Kekecewaan saya ini bukan tidak berdasar, saya banyak melihat apa yang dilakukan mahasiswa dalam memperjuangkan hak dan cita-cita melalui unjuk rasa sebenarnya kurang efektif. Sebuah tagline iklan rokok mengatakan “talk less do more”. Benar, saya hanya melihat mahasiswa hanya banyak bicara dan banyak menuntut tanpa melakukan apa-apa ketika sedang berunjuk rasa. Yang saya inginkan adalah mahasiswa untuk lebih proaktif seperti membantu masyarakat sekitar dalam menyelesaikan masalahnya, menciptakan sesuatu hal yang bermaanfaat sesuali keilmuannya, dan membentuk langkah konkret sesuai dengan salah satu cita-cita dalam tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Menurut saya dengan banyak membantu masyarakat adalah cara terbaik untuk memperbaiki bangsa ini tanpa merusak, membuang-buang banyak energi, dan mengganggu orang lain. Maju terus mahasiswa Indonesia.

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater

Bandung, 25 Februari 2013

Zulwiyoza Putra

19012161

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s