Bandung, Kalau Tidak Kita Siapa Lagi?

Oleh: Zulwiyoza Putra

Dewasa ini kita dihadapkan oleh tantangan sekaligus masalah besar yang disebut pemanasan global. Perusahaan-perusahaan di dunia sedang gencar-gencarnya mengembangkan produk-produk dan membuat kebijakan yang eco-friendly. Pemanfaatan sumber daya alam yang efisien dan efektif menjadi tonggak utama, visi, dan acuan semua kebijakan instansi dan lembaga di hampir seluruh negara di dunia.
Tidak hanya itu, di negara maju proyek besar-besaran melawan kerusakan bumi yang lebih parah telah dimulai, baik itu yang skala kecil seperti rumah eco-friendly sampai rancangan kota ecocity sekalipun. Bandung pun yang terdaulat oleh alam dan dikenal memiliki lingkungan alam yang masih cukup asri pun disorot. Bukan disorot atas keasrian yang dimilikinya, melainkan atas telah memudarnya keasrian kota Bandung. Bandung yang sejatinya dikenal memiliki uadara yang sejuk karena sebagian besar daerahnya berada diatas ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dan memiliki banyak pepohonan itu tak lagi sesejuk dulu.
Akhir-akhir ini kota Bandung tak terlepas dari banyaknya masalah lingkungan, yang terbaru adal musibah banjir di Soreang. Mengingat kota Bandung memiliki kontur wilayah yang berbukit, sangat penting sekali untuk memperhatikan keseimbangan alam di kota ini. Ketersediaan jumlah lahan terbuka hijau dan daerah resapan air di kota Bandung kini sangat memprihatinkan. Pasalnya sudah banyak tempat yang dulunya memiliki pepohonan rindang yang telah ditebang demi mendirikan bangunan untuk perkembangan kota.
Sebagai salah satu kota besar Indonesia yang termasuk ke dalam salah satu kota terpadat melebihi kota Metropolitan Tokyo dengan kepadatan penduduk 140 jiwa/hektar, Bandung sudah sepantasnya memiliki ekosistem kota yang sehat. Tak hanya lahan terbuka hijau dan daerah resapan air, diperlukan juga banyak perbaikan pada beberapa masalah vital kota seperti kesemrawutan tata letak kota, sistem pembuangan sampah, dan moda transportasi.
Kondisi jalan Kota Bandung yang sempit dan kurangnya alat transpotasi masal menjadi salah satu penyebab macet menjadi pemandangan paling umum di kota kembang ini. Puncak-puncaknya adalah ketika akhir pekan tiba, dimana jalanan disesaki kendaraan roda empat asal Jakarta yang datang ke Bandung untuk sekedar melepas kepenatan dan berbelanja ke outlet-outlet fashion di kota Bandung. Kondisi jalanan yang seperti ini tentunya akan semakin menambah pulusi dan emisi gas karbon di kota Bandung
Belum lama ini juga pemerhati lingkungan di Indonesia dikejutkan dengan keberadaan sebuah proyek pengembangunan apartemen mewah di daerah babakan siliwangi, sebut saja seperti The Beverly Hills. Ketidaktegasan aparat pemerintah dan birokrat kota Bandung tampaknya terlihat lemah disini. Konon hal ini disebabkan adanya kong-kalikong antar pengusaha dan pejabat nakal di Kota Bandung. Ketidak berpihakan pemerintahan Kota Bandung pada visi kota Bandung itu sendiri kembali dipertanyakan. Jika hal ini terus dibiarkan, lahan terbuka hijau dikota Bandung akan terus tergerus oleh kebodohan-kebodohan pemerintahnya sendiri dan masyarakat kota Bandung mau tidak mau harus bersiap untuk kerusakan alam yang tengah dimulai ini.
Pemerintah juga tidak sepantasnya disalahkan penuh atas semua kesemrawutan ini. Sudah tidak sepantasnya lagi jika kita tidak akan membuat perubahan apapun untuk mengantisipasi perubahan lingkungan kota yang sangat besar. Bandung ecocity menjawab semua tantangan ini. Dimulai dari diri sendiri untuk membiasakan diri peduli pada lingkungan. Menanam pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, membuang sampah pada tempatnya, dan mengurang penggunaan listrik yang berlebihan adalah bebrapa cara kecil untuk memulai Bandung menjadi ecocity. Dimulai dari kini untuk nanti. Kalau tidak kita, siapa lagi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s